MerahPutih.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memblokir akses situs www.polymarket.com karena dinilai melakukan aktivitas judi online berkedok prediction market.
Baca juga:
Harley Pelindung Situs Judol Komdigi Laku Rp 900 Juta, BMW-nya Rp 1,1 M
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk judi online (judol).
Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia,
Alexander di Jakarta, Jumat (22/5).
Unsur Taruhan dalam Prediction Market
Prediction market merupakan platform yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil peristiwa di masa depan, seperti pemilu, tren ekonomi, atau pertandingan olahraga.
Meski menggunakan teknologi blockchain dan aset kripto, praktik ini tetap mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi sehingga dikategorikan sebagai judol.
Baca juga:
76% Situs Judol di RI Pakai Cloudflare, Legislator Tuntut Sanksi Tegas Komdigi
Polymarket, salah satu platform terbesar, memfasilitasi taruhan berbasis uang atas suatu hasil atau kejadian. Karena itu, Kemkomdigi menutup akses situs tersebut dan menelusuri akun media sosial terafiliasi agar pemblokiran berlangsung komprehensif.
Proteksi Generasi Muda
Alex menegaskan langkah pemblokiran ini sebagai proteksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dari risiko kerugian finansial dan dampak negatif judi digital. Kemkomdigi juga berkomitmen memblokir layanan sejenis yang terindikasi memfasilitasi praktik prediction market.
Pemblokiran Polymarket di Indonesia sejalan dengan kebijakan sejumlah negara. Dilansir Antara, Singapura, Brasil, dan India telah resmi menutup akses ke Polymarket. Sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang menerapkan pembatasan sesuai hukum nasional masing-masing. (*)