Jokowi Umumkan Penghapusan Eselon 3 dan 4 di Naskah Pidato HUT Kopri
Jajaran ASN atau PNS sedang mengikuti upacara apel pagi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan kebijakan pemangkasan eselon 3 dan 4 untuk mengurangi ribetnya proses administrasi birokrasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan Presiden itu tertuang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Mensesneg Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan, Gogor Oko Nurhayoko, saat upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Kopri), Jumat (29/11).
“Saya (Jokowi) sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan,” kata Gogor, saat mengutip pernyataan Presiden Jokowi, di di Halaman Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
Baca Juga
Presiden Jokowi, kata Gogor, menekannya panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan penerapan teknologi.
"Pelayanan yang ruwet, yang berbelit-belit, dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.”
Kepala Negara menekankan ASN harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi hasil demi melayani rakyat.
Dengan kemajuan teknologi, Presiden meminta seluruh anggota Kopri mengubah cara kerja birokrasi.
“Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linier. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi haru berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja cepat beradaptasi dengan perubahan,” tutup Presiden dalam naskah pidato yang dibacakan itu. (Knu)
Baca Juga
Akademisi Sebut Pemangkasan Eselon Berdampak pada Masa Depan Karier ASN
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Hari Pertama Kerja 2026, Pemprov DKI Serahkan SK Pengangkatan 16.426 PPPK Paruh Waktu
ASN Diperbolehkan WFA Jelang Tahun Baru 2026, Layanan Publik Tetap Jalan
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Lepas 1.700 Peserta ASN Run 2025, Gubernur Pramono: Bukti Jakarta Aman Gelar Event Besar
Kondisi Mental ASN DKI Jakarta Bikin Merinding, DPRD Minta Layanan Psikologis Ada di Tiap Puskesmas
Oknum ASN Ditangkap karena Terlibat Terorisme, Pengamat: Kemenag ‘Lalai’ dalam Tangkal Ideologi Radikal
Dinkes DKI Jakarta Ungkap 15 Persen ASN Terindikasi Memiliki Masalah Kesehatan Mental
Terungkap! 62 Persen ASN DKI Obesitas, Dinas Kesehatan Langsung Turun Tangan