Jokowi Tawari Singapura Sejumlah Peluang Investasi
Pertemuan Jokowi dan PM Singapura.(foto: dok Youutbe Setpres)
MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menawarkan beberapa peluang investasi di Indonesia kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long. Tawaran itu mengemuka saat keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Bogor, Senin (29/4) pagi. Pertemuan berlangsung selama sejam.
Beberapa peluang investasi itu mulai dari investasi di sektor manufaktur tekstil hingga pengembangan industri halal. Jokowi menawarkan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Sudah ada 29 perusahaan berbendera Singapura yang memiliki minat untuk masuk IKN.
"Kami apresiasi juga antusiasme 29 perusahaan Singapura dalam investasi di IKN. Kami harap dukungan pembangunan PLTS di IKN Nusantara," imbuh Jokowi. Ada pula investasi untuk peluang masuk ke pengembangan manufaktur tekstil di Kendal Industrial Park, Jawa Tengah. "Di bidang ekonomi kita tawarkan beberapa peluang investasi manufaktur tekstil di Kendal Industrial Park," papar dia.
Baca juga:
Jokowi akan Temui Bos Microsoft, Menkominfo Sebut Bagus untuk Indonesia
Jokowi juga menawarkan investasi ekonomi hijau melalui infrastruktur berkelanjutan dan pembangunan pusat data di Nongsa di Batam. Selain itu, Jokowi juga mengajak Singapura untuk ikut mengembangkan produk halal di Indonesia.
“Ada tiga kawasan industri halal yang ditawarkan Jokowi ke Lee, mulai dari Bintan, Kepulauan Riau, Serang Banten, dan Sidoarjo, Jawa Timur,” jelas Jokowi.
Jokowi juga membahas soal penguatan transformasi kesehatan melalui investasi pembangunan rumah sakit, klinik, pengembangan kapasitas tenaga medis, digitalisasi kesehatan, dan pengembangan KEK Kesehatan di Bali.
Tak hanya itu, kedua pemimpin juga menyambut baik pemberlakuan perjanjian penyesuaian pelayanan ruang udara (flight information region/FIR), pertahanan, dan ekstradisi yang di masa depan perlu dipastikan implementasinya berjalan penuh.
Dalam retreat tersebut, Presiden Jokowi dan PM Lee menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman kerja sama oleh para menteri terkait kedua negara, yakni di bidang pemberdayaan masyarakat di ekosistem mangrove dan bidang pertahanan.(knu)
Baca juga:
Jokowi Ingin Haji 2024 Jadi yang Terbaik selama Kepemimpinannya
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah