Jokowi Jilid 1 Gagal Lindungi Anak dari Rokok, Kini Waktunya Menagih

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 05 Juli 2019
Jokowi Jilid 1 Gagal Lindungi Anak dari Rokok, Kini Waktunya Menagih

Bahaya rokok untuk anak. (Sumber: Pixabay/HansMartinPaul)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Yayasan Lentera Anak bakal menagih komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih melindungi anak dari bahaya dan dampak buruk rokok dalam masa periode kedua pemerintahannya 2019-2024 mendatang.

"Kami berharap kabinet selanjutnya, Presiden memilih menteri yang mendukung komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari zat adiktif rokok," kata Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/7).

BACA JUGA: 30 Juta Anak Beli Rokok di Indomaret

Lisda menekankan diperlukan kerja dan komitmen seluruh elemen bangsa untuk melindungi anak-anak dari bahaya dan dampak buruk rokok. Apalagi, lanjut dia, periode jilid satu pemerintahan Jokowi terbukti masih gagal melindungi anak-anak dari bahaya dan dampak buruk rokok.

jokowi selfi bareng anak
Jokowi berfoto bersama anak-anak di Taman Nasional Bunaken. (Antaranews)

Menurut Lisda, fakta kegagalan ini terlihat dari kecenderungan prevalensi perokok anak yang meningkat. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional menargetkan penurunan prevalensi perokok anak menjadi 5,4 persen. Namun, faktanya berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi perokok anak justru meningkat menjadi 9,1 persen.

"Kegagalan itu menunjukkan ada yang tidak bekerja untuk mendukung komitmen penurunan prevalensi perokok anak," tegas aktivis perlindungan hak anak itu, dikutip dari Antara.

BACA JUGA: Perokok Usia Anak-Anak Meningkat

Lebih jauh, Lisda menunjukkan bukti kegagalan lainnya sampai saat inii masih ada iklan rokok serta harga rokok yang murah sehingga bisa dengan mudah dibeli anak-anak.

"Itu merupakan salah satu indikator belum ada pelindungan yang cukup kuat. Tahun lalu cukai rokok batal diturunkan dan sekarang kita masih menunggu keberpihakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir iklan rokok di internet," tutup dia. (*)

BACA JUGA: Cara Nasihati Anak agar Tidak Merokok

#Rokok #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan