Merahputih.com - Pengamat politik Dede Prananda Putra mendesak Presiden Joko Widodo segera menunjuk anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) baru pasca ditinggalkan Ma'ruf Amin dan Mahfud MD.
Direktur Bidang Pemikiran dan Ideologi Tjokroaminoto Institute ini menganggap posisi anggota BPIP sangat penting lantaran perannya menjaga dan mengimplimentasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Baca Juga:
"Ia harus memiliki pandangan kenegaraan yang kuat dan mengerti tentang hukum dasar negara, karena Pancasila merupakan dasar negara. Lalu kriteria kedua adalah berasal dari kalangan organisasi kemasyarakatan," kata Dede kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (7/12).
Dewan Pengarah BPIP harus memiliki pandangan kenegaraan yang kuat dan mengerti tentang hukum dasar negara, karena Pancasila merupakan dasar negara.
Hal ini sebenarnya sudah terpenuhi dalam diri seorang Pr Mahfud MD yang kita kenal sebagai pakar Hukum Tata Negara dan pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
"Nah, untuk pengganti beliau, alangkah baiknya Presiden Jokowi menunjuk orang yang memiliki atribut yang sama dengan Prof. Mahfud MD tersebut. Namun, yang lebih pentingnya kenapa harus orang yang paham dengan ketatanegaraan, yakni sesuai dengan tugas-tugas pokok BPIP seperti yang saya jabarkan pada paragraf pertama tulisan," jelas Dede.
Baca Juga:
Menyebut 'Lionel Messi Adalah Tuhan' Merupakan Penistaan Agama
Lalu, Dede menganggap, posisi Dewan Pengarah BPIP harus berasal dari organisasi kemasyarakatan seperti Maruf Amin dulu dari Ketua MUI.
"Alasan lainnya kenapa harus berasal dari organisasi kemasyarakatan yakni sesuai dengan tugas-tugas BPIP yang merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan," imbuh Dede. (*)