Headline

Jelang Pilkada, Masyarakat Diimbau Waspadai Uang Palsu

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 24 Februari 2018
Jelang Pilkada, Masyarakat Diimbau Waspadai Uang Palsu

Ilustrasi uang palsu (Foto: MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dinilai sebagai momen rawan peredaran uang palsu. Menurut Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, masyarakat perlu mengantisipasi beredarnya uang palsu dalam aktivitas Pilkada di wilayah tersebut.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Buwono Budisantoso, saat berada di Gorontalo mengatakan perbankan di Gorontalo diharapkan paham dengan ciri keaslian uang rupiah yang baru.

"Kita sekarang dalam taraf waspada, karena mendekati Pilkada. Dan sesuai dengan arahan dari kantor pusat, pada masa Pilkada seluruh perbankan diminta untuk disosialisasikan tentang ciri keaslian uang rupiah," jelasnya, Sabtu (24/2).

Lebih lanjut Buwono Budisantoso menyarankan pihak perbankan untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu uang palsu.

"Perbankan diminta untuk diberikan edukasi secara intensif agar kita bisa menangkal peredaran uang palsu," kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada perbankan di Gorontalo agar mengetahui uang rupiah asli atau palsu.

"Dalam sosialisasi tersebut kita memberikan cara singkat kasir perbankan untuk mengenal uang palsu dari sekian banyak uang asli," ungkap Buwono Budisantoso sebagaimana dilansir Antara.

Hal itu perlu diketahui oleh para kasir perbankan karena biasanya uang yang masuk ke bank biasanya dalam jumlah banyak, sehingga harus dengan cepat membedakannya.

"Kami juga memberikan cara-cara terkait pelaporan uang palsu, dan BI kini ada sistem baru yaitu Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC), atau cara menangani uang palsu," ujarnya.

Dengan ada cara yang baru, BI meminta perbankan untuk melaporkan dan pihaknya saat ini memiliki alat untuk memeriksa keaslian uang.(*)

#Uang Palsu #Bank Indonesia #Pilkada 2018
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Polisi Bongkar Pabrik Uang Kertas Palsu di Taman Tekno BAD, sebut Kualitasnya Grade A
Sebanyak empat tersangka berinisal S, NC, D, dan AB ditangkap dalam pengungkapan ini.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Polisi Bongkar Pabrik Uang Kertas Palsu di Taman Tekno BAD, sebut Kualitasnya Grade A
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Pernyataan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi di tengah sorotan terhadap independensi bank sentral.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Bakom Bantah Wacana Jadikan Bank Indonesia Bagian Dari Pemerintah
Indonesia
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Digitalisasi dan penggunaan rupiah secara fisik akan terus dikembangkan secara bersamaan guna memberikan pilihan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Indonesia
3 Perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan Kartu Kredit Konvensional
Apa perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan kartu kredit konvensional? Berikut beberapa poin pentingnya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
3 Perbedaan Kartu Kredit Indonesia dengan Kartu Kredit Konvensional
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Indonesia
Angin Segar 'in this Economy', BI Gratiskan Biaya QRIS Merchant Mulai 1 Oktober
Bank Indonesia resmi gratiskan biaya QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp100 ribu di semua merchant mulai 1 Oktober 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Angin Segar 'in this Economy', BI Gratiskan Biaya QRIS Merchant Mulai 1 Oktober
Indonesia
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum, Bisa Dipakai Transaksi QRIS
Bagikan