MerahPutih.com – Dalam kurun waktu hanya 48 jam, Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah drastis merombak jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus mengirim sinyal keras terhadap pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selasa pagi, 2 Juni 2026, Prabowo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat. Dengan mengenakan hair net dan sarung tangan, dia menelusuri rantai produksi mulai dari panen sayuran dan ikan di greenhouse, dapur memasak, hingga ruang pengemasan.
Baca juga:
MBG Dapat Anggaran Rp 353 T, Begini Modus Bancakan Eks Bos BGN Dadan Hindayana CS
Kala itu dilansir Antara, Kepala BGN Dadan Hindayana, yang baru kembali dari ibadah haji sehari sebelumnya, terlihat ikut mendampingi Presiden sambil memberikan laporan.

Presiden Prabowo Subianto mencoba menu MBG ketika meninjau pelaksanaan program prioritas tersebut di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Siang harinya, Prabowo melanjutkan kunjungan ke SMPN 111 Jakarta, duduk bersama siswa, berdoa, lalu menyantap menu MBG dalam wadah ompreng yang sama dengan pelajar. Momen ini memperlihatkan Presiden ingin memastikan kualitas makanan benar-benar sesuai standar.
Baca juga:
Nanik S Deyang, Eks Wartawan yang Dipercaya Presiden Prabowo Nakhodai Program MBG
Malam 3 Pimpinan BGN Dicopot, Besok Sore Jadi Tersangka
Namun, tidak sampai 24 jam pada malam harinya Kepala Negara langsung merombak totak struktur organisasi BGN. Malam itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Posisi mereka bertiga digantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil. Ternyata, tiga mantan petinggi BGN sebelumnya terlibat praktik bancakan selama memegang amanah menjalan proyek MBG.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (2/6/2026). Foto/Tangkapan Layar
Rabu dini hari, Kejaksaan Agung bergerak cepat dengan menggeledah kantor BGN dan menjemput paksa Dadan, Sony, serta Lodewyk. Sore harinya, ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan keluar dari Gedung Bundar Kejagung dengan rompi tahanan berwarna pink.
Instruksi Teknis Prabowo di Sentul Rabu Siang
Masih di hari yang sama, Prabowo tampil di Sentul International Convention Center, Bogor, di hadapan lebih dari 12 ribu penggerak MBG.
Prabowo menegaskan pentingnya disiplin standar penyajian makanan, bahkan memperagakan langsung cara memotong ayam goreng dan mengolah telur.
Kalau potong lebih dari 14, dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa?
Presiden Prabowo Subianto
Instruksi detail ini memperlihatkan Presiden ingin memastikan tidak ada celah penyimpangan, baik dari kualitas maupun kuantitas makanan. Kepala Negara juga menyebut telah memanggil Kepala PPATK dan BPKP untuk mengawasi jalannya program MBG.
Baca juga:
BGN Lakukan Validasi Penerima MBG, Daftar Bakal Ditampilkan ke Publik
Sinyal Tegas Antikorupsi

Jampidsus Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG. (Didik/MP)
Pidato Prabowo di Sentul, berbarengan dengan penetapan tersangka mantan pimpinan BGN, menjadi sinyal keras pemerintah tidak akan mentolerir korupsi atau penyimpangan dalam program MBG. Langkah cepat dalam 48 jam ini menunjukkan komitmen Presiden membenahi carut-marut tata kelola BGN sekaligus program andalannya saat kampanye Pilpres 2024 lalu. (*)