MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengatakan fraksinya tak ingin meramaikan atau membuat riuh terkait pengadaan anggaran KUA-PPAS tahun 2020 di Pemprov DKI.
Hal itu dikatakan William menanggapi pernyataan Gubernur Anies yang meminta masyarakat membantu mengoreksi Pemprov DKI, khususnya anggaran KUA-PPAS dengan cara mengoreksi bukan meramaikan persoalan itu.
Baca Juga
"Kami nggak mau ramai-ramai. Kami sudah bersurat sejak awal bulan Agustus untuk diunggah ke website tapi sampai sekarang sudah di-take-down semua. Apa yang kami lakukan semata-mata menjalankan sumpah jabatan untuk menjaga uang rakyat. Gubernur punya opini seperti itu hak beliau," kata William di Jakarta Senin (4/11).
William menuturkan, sebetulnya pihaknya telah bersurat ke Pemprov DKI untuk segera mengupload dokumen pengadaan anggaran KUA-PPAS sebagai dasar RAPBD 2020.
Baca Juga
Menurut dia, langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembahasan anggaran. Sehingga ada anggaran yang ajaib dapat dikoreksi.
"Partisipasi publik dalam setiap pembahasan rencana anggaran sangat penting. Kalau nunggu disahkan sudah telat kasih masukan," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta masyarakat agar membantu mengawasi kerja Pemprov DKI dengan cara mengoreksi bukan meramaikan masalah pengajuan anggaran KUA-PPAS.
Baca Juga
"Tapi, ya, itu tadi, kami ini di pemerintah, kalau ada masalah ya dikoreksi, perbaiki. Bukan diramaikan, insyaallah akan segera beres," papar Anies, Minggu (3/11). (Asp)