Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 29 April 2021
Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia

Diskusi “Aksi Bisnis untuk Atasi Susut Pangan dan Limbah Pangan di Indonesia” yang diselenggarakan IBCSD, Kamis (29/4) (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di dunia. 44 persen sampah yang dihasilkan adalah sampah makanan. Economic Intelligence Unit mencatat Indonesia sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia, dengan total sampah makanan sebanyak 300 kg/tahun per kapita.

Hal ini sangat miris mengingat Indeks Kelaparan (Hunger Index) Indonesia ada di angka 19.9 dan masuk dalam kategori “Almost Severe”. Data UNEP Food Waste Index tahun 2021 juga menunjukkan bahwa jumlah sampah makanan secara global mencapai angka 931 juta ton pada tahun 2019.

Baca Juga:

Pantau Langsung Bantar Gebang, Hamish Daud Suarakan Kepedulian Lingkungan

Ironisnya, pandemi COVID-19 telah meningkatkan angka gizi buruk di antara 83-123 juta jiwa. Dan 6,7 juta di antaranya adalah anak-anak yang menderita gizi buruk akut.

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Bersama dengan WRAP mengenalkan inisiatif yang berbasis voluntary agreement. Salah satu solusi tepat dalam menangani permasalah sampah makanan ini adalah dengan pelibatan sektor bisnis.

"Kami yakin bahwa permasalahan ini telah menjadi perhatian banyak pihak. Sehingga hal ini bukan menjadi sebuah program reinventing the wheel, tetapi menjadi pendukung dan penyempurna inisiatif yang ada secara global maupun nasional,” ujar Yono Reksoprodjo, Executive Committee IBCSD.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi “Aksi Bisnis untuk Atasi Susut Pangan dan Limbah Pangan di Indonesia” yang diselenggarakan IBCSD, Kamis (29/4),

Peristiwa Penumpukan sampah adalah masalah yang terjadi setiap tahun (Foto: TheIndependent.co.uk)
llustrasi (Foto: TheIndependent.co.uk)

Dalam diskusi itu juga terungkap bahwa hanya 11,5 persen sampah makanan dihasilkan pada proses konsumsi. Sementara, proses produksi menyumbang 23,5 persen susut dan limbah pangan. Kemudian penyimpan pasca panen menyumbang 24,4 persen, proses manufaktur 20,3 persen, dan distribusi sebesar 20,3 persen. Artinya, bisnis memiliki peran sangat besar dalam menangani masalah ini.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap optimis untuk mengurangi sampah dengan target 30 persen dan 70 persen pada tahun 2025, termasuk di dalamnya adalah sampah makanan. Bahkan, pengurangan sampah makanan menjadi salah satu prioritas dalam RPJMN 2020 -2024. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Lingkungan Hidup, BAPPENAS, Medrilzam.

Sementara, Menurut Direktur Pangan dan Agrikultur BAPPENAS, Anang Nugroho, produk hortikultura, terutama sayuran, adalah produk penyumbang sampah makanan terbesar di Indonesia yang wajib mendapat perhatian.

Baca Juga:

Leonardo DiCaprio Soroti TPST Bantar Gebang, Bagaimana Reaksi Anies?

Yang menarik, memetakan dan mengurangi susut serta limbah sampah dalam suatu rantai bisnis tidak hanya memberikan keuntungan pada lingkungan dan membantu pencapaian target pemerintah.

International Partnership Manager WRAP, Michael Jones, memberikan contoh nyata bahwa bisnis-bisnis di UK yang menerapkan pengurangan susut dan limbah pangan di perusahaannya berhasil mengurangi biaya yang sebelumnya tidak tampak, dan memberikan benefit yang signifikan bagi bisnis. Kabar baik lainnya, pelaku bisnis yang tertarik dalam inisiatif ini dapat bergabung dalam voluntary agreement yang digagas oleh IBCSD. (Pon)

#Sampah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Indonesia
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Penindakan tersebut merupakan bagian dari penataan sistem pengangkutan sampah sehingga setiap penyedia jasa bekerja secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Indonesia
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengelolaan sampah Jakarta mencapai 100 persen pada 2028 dengan sistem pilah, angkut, dan olah.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Bagikan