Leonardo DiCaprio Soroti TPST Bantar Gebang, Bagaimana Reaksi Anies?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 22 Maret 2019
Leonardo DiCaprio Soroti TPST Bantar Gebang, Bagaimana Reaksi Anies?

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Tangerang sebagai tempat pembuangan sampah akhir untuk Kota Tangerang. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi postingan aktor Hollywood Leonardo DiCaprio yang mengkahwatirkan kerusakan lingkungan disekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Anies mengatakan bahwa tumpukan sampah di Bantargebang bukan hal baru.

Anies pun lantas menilai komentar Leonardo merupakan hal yang biasa lantaran Bantar Gebang sudah dijadikan tempat penampungan sampah sejak lama.

"Memang iya menumpuk itu semua barang yang sudah semua orang tahu jadi dia tidak menemukan barang yang baru. Itu barang yang kita semua tahu," ujar Anies di Pulau Seribu Jumat (22/3).

Anies mengungkapkan, sebelum dirinya menjadi Gubernur DKI, sampah Jakarta memang sudah ditampung di Bantar Gebang. Dengan penumpukan sampah itu Pemprov DKI pun berinisiatif membangun beberapa tempat pengelolaan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) di Jakarta.

"(Penumpukan sampah) itu fakta yang dari dulu kita tahu. Sebelum jadi gubernur juga sudah ada tumpukan di tempat itu. Lalu apa yang kita lakukan sekarang? Yang kita lakukan sekarang adalah membangun ITF sudah bangun satu nih dalam proses. Kita insya Allah akan bangun 3-4 lagi. Sesudah itu terbangun maka sampah kita akan diolah jadi energi," jelasnya.

Lihat postingan ini di Instagram

#Regram #RG @everydayclimatechange: This is Elisabetta Zavoli @elizavola taking over the @everydayclimatechange Instagram account this week and sharing my documentary work of the ‘Landfill midwife’ project. . Some men, from Cikiwul village, catch up fishes in the highly polluted muddy waters that percolate from Bantar Gebang biggest dump zone. Banter Gebang landfill receives the waste of about 15 millions people living in Jakarta. Trash pickers need the litter to make a living and the Indonesian society needs trash pickers to recycle all possible materials that otherwise would be just discarded. . Indonesia, is ranked the second largest plastic polluter in the world behind only China with reports showing that the country produces 187.2 million tonnes of plastic waste each year of which more than 1 million tons leaks into the ocean. Recent studies discovered that as plastics decay, they emit traces of methane and ethylene, two powerful greenhouse gases, and the rate of emission increases with time. The emissions occur when plastic materials are exposed to ambient solar radiation, whether in water or in the air, but in air, emission rates are much higher. Results show that plastics represent a heretofore unrecognized source of climate-relevant trace gases that are expected to increase as more plastic is produced and accumulated in the environment. Polyethylene, used in shopping bags, is the most produced and discarded synthetic polymer globally and was found to be the most prolific emitter of methane and ethylene. It’s estimated that over 8 billion tons of virgin plastic have been produced since 1950, making plastic one of the largest man-made materials on the planet, behind steel and cement. Of that volume, more than half was produced in the last 16 years, amid a global boom in single-use, disposable plastic. Current annual production levels are expected to double in the next 20 years. #everydayclimatechange #climatechange #globalwarming #climatechangeisreal #environment #waste #plasticwaste #plastics #dumpsite #midwife #health #garbage #trash #plasticpollution #Indonesia #Jakarta #childbirth #children #mothers #pregnantwomen

Sebuah kiriman dibagikan oleh Leonardo DiCaprio (@leonardodicaprio) pada

Seperti diketahui, Lewat akun Instagram pribadinya, @leonardodicaprio, Leonardo DiCaprio menyoroti keadaan TPST Bantar Gebang. Postingan tersebut memamerkan potret keadaan alam sekitar akibat pembuangan limbah sampah itu.

Leonardo mengunggah ulang sebuah foto dari akun @everydayclimatechange yang menyoroti kekhawatiran keadaan alam sekitar Bantar Gebang.

"Beberapa pria, dari desa Cikiwul, menangkap ikan di perairan berlumpur yang sangat tercemar yang merembes dari zona pembuangan terbesar Bantar Gebang. TPA Banter Gebang menerima limbah sekitar 15 juta orang yang tinggal di Jakarta. Pemulung membutuhkan sampah untuk mencari nafkah dan masyarakat Indonesia membutuhkan pemulung untuk mendaur ulang semua bahan yang mungkin akan dibuang begitu saja," tulisnya.

"Indonesia, berada di peringkat pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina, dengan laporan menunjukkan bahwa negara itu menghasilkan 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun yang lebih dari 1 juta ton bocor ke laut," sambungnya. (Asp)

#Leonardo DiCaprio #Sampah #Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Charli XCX Dirumorkan Bintangi 'What Happens at Night' bersama Leonardo DiCaprio
Charli XCX dirumorkan bergabung dalam 'What Happens at Night' bersama Leonardo DiCaprio dan Jennifer Lawrence. Simak proyek film lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
Charli XCX Dirumorkan Bintangi 'What Happens at Night' bersama Leonardo DiCaprio
Indonesia
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
12 Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Ditargetkan Groundbreaking Sampai Akhir Tahun
Indonesia
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
SMA Negeri 68 Jakarta Pusat menjadi titik awal pelaksanaan program E-Waste School Movement.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI Targetkan 9.000 Sekolah Jalankan Program Pengelolaan Sampah Elektronik
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Bagikan