Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di samping Rusunawa PIK 2, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (2/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
MerahPutih.com - Indonesia hadir dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Partisipasi Indonesia dalam forum yang digelar pada 19-22 Januari 2026 tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memperkenalkan tiga proyek investasi unggulan, yakni pengelolaan limbah menjadi energi (waste-to-energy), pembangunan Kampung Haji, serta pengembangan produk obat turunan plasma dalam World Economic Forum (WEF) 2026.
Managing Director of Investment Danantara Indonesia Stefanus Ade Hadiwidjaja menyampaikan dalam sesi diskusi panel di Davos, Swiss, Selasa, bahwa ketiga proyek tersebut termasuk dari 30-40 kesepakatan investasi yang tengah dikembangkan oleh pihaknya.
“Apa yang kami ingin capai dalam 1-2 tahun ke depan, yang pertama, kami mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) berskala nasional,” kata Stefanus Ade Hadiwidjaja, seperti yang disaksikan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi dari Jakarta, Selasa (21/1).
Baca juga:
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ia menuturkan, proyek tersebut ditargetkan untuk diimplementasikan di 30 kota di seluruh Indonesia, mengingat pengelolaan sampah kini menjadi persoalan yang penting untuk diselesaikan, terutama di berbagai kota besar.
Pihaknya pun telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek tersebut.
“Melalui investasi ini, kami ingin mengatasi masalah sampah dan lingkungan di Indonesia, sekaligus membawa operator global untuk berinvestasi, sehingga (waste-to-energy) ini bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan dengan imbal hasil yang baik,” ujar Stefanus.
Proyek kedua terkait dengan sektor kesehatan, yakni pengembangan produk obat turunan plasma (plasma-derived medicinal products) berbasis plasma darah manusia. Kemudian, inisiatif ketiga adalah proyek Kampung Haji di Mekah, Arab Saudi.
Stefanus menyatakan, pihaknya telah mulai berinvestasi pada sejumlah lokasi di Mekah untuk mengembangkan fasilitas yang melayani jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
"Proyek ini penting karena kami mengirim jumlah jemaah umrah dan haji terbesar ke Arab Saudi, di Mekah, dan kini kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan Kampung Haji guna memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi jemaah," ucapnya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
TPA Raksasa Longsor di Filipina, 1 Tewas dan 38 Hilang
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
TPS Rusunawa PIK 2 Ditutup untuk RTH, Penghuni Buang Sampah Harus ke Rawa Terate
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Status Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan Diperpanjang
Pembangunan PSEL Masuk Proyek Hilirisasi Strategis Pemerintah, Investasi Capai Rp 600 Triliun
DLH DKI Turunkan Truk Destroyer dan Ribuan Petugas Demi Jakarta Bersih Sebelum Matahari Terbit