Januari 2021, WHO Mulai Lakukan Investigasi COVID-19 di Wuhan Tiongkok

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 20 Desember 2020
Januari 2021, WHO Mulai Lakukan Investigasi COVID-19 di Wuhan Tiongkok

Test COVID-19 (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan bertolak ke Tiongkok pada pekan pertama Januari, untuk melakukan investigasi asal mula pandemi virus corona, yang melanda dunia.

Pakar kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, para pakar internasional akan mendatangi Kota Wuhan di Tiongkok tengah, tempat kasus COVID-19 pertama terdeteksi pada Desember lalu.

Baca Juga:

Menristek Targetkan Vaksin Merah Putih Diproduksi Massal Akhir 2021

"Kami masih belum mendapat tanggal keberangkatan sebab masih mengurus logistik seputar visa dan penerbangan," ujarnya, Sabtu (19/12) dikutip Antara.

Ia berharap, tim akan pergi China pada pekan awal Januari. Sebelum melakukan investigasi, tim akan melakukan karantina.

"Poin misi ini adalah mendatangi titik asal di mana kasus pada manusia ditemukan. Mereka berharap penuh dapat melakukan itu," ujarnya.

Ilustrasi COVID-19
Ilustrasi COVID-19

COVID-19 ini, per 19 Desember 2020, telah menjangkiti 75,5 juta penduduk dunia, dengan jumlah pasien sembuh 42,6 juta dan meninggal dunia 1,67 juta. Amerika Serikat, India dan Brazil jadi negara dengan kasus paling tinggi.

Tim yang akan berangkat terdiri dari 10 ilmuwan internasional. WHO menegaskan tidak mencari-cari kesalahan, namun berupaya untuk mencegah wabah di masa mendatang.

"Ini benar-benar bukan tentang menemukan negara yang bersalah," ujar Seorang pakar biologi yang tergabung dalam tim yang akan mendatangi Wuhan Fabian Leendertz dari Institut Robert Koch di Jerman. (*)

Baca Juga:

Harga Rapid Test Antigen di Luar Pulau Jawa Dipastikan Lebih Mahal

#WHO #COVID-19 #Kasus Covid #Vaksinasi #Vaksin Covid-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
WHO umumkan wabah Ebola di RD Kongo kini wabah terbesar kedua sepanjang sejarah dengan 4.449 kasus terkonfirmasi dan 2.061 kematian.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Bagikan