Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 November 2025
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat

Arsip - Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jakarta, Sabtu (13/8/2022). (ANTARA/Instagram/@dinkesdki/Dewa).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Secara global kasus campak meningkat pesat. Diperkirakan perkirakan 11 juta infeksi pada 2024, hampir 800.000 lebih banyak dibanding sebelum pandemi pada 2019.

Wabah besar nyaris tiga kali lipat dibanding 2021. Wabah itu terjadi di 59 negara, angka tertinggi sejak pandemi COVID-19 yang mengganggu imunisasi.

Secara regional, kasus meningkat 86 persen di Timur Tengah, 47 persen di Eropa, dan 42 persen di Asia Tenggara dibanding 2019. Afrika justru turun 40 persen kasus dan 50 persen kematian.

Saat ini cakupan vaksinasi belum merata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan UNICEF memperkirakan 84 persen anak mendapat dosis pertama vaksin campak pada 2024, tetapi hanya 76 persen menerima dosis kedua.

Baca juga:

Alasan Komisi X DPR Ngotot Pakai Metode Kodifikasi untuk Satukan Aturan Pendidikan Nasional, Omnibus Law Dicampakkan?

Orang yang terinfeksi tetap menghadapi risiko seumur hidup, termasuk kebutaan, pneumonia, dan ensefalitis yang dapat menyebabkan pembengkakan otak dan kerusakan permanen.

WHO memperingatkan pemotongan dana tajam untuk program campak dan rubella dapat memperlebar celah kekebalan dan memicu wabah baru pada 2026.

WHO menekankan bahwa meski kematian menurun, campak tetap sangat menular, dan upaya vaksinasi global harus dipercepat untuk mencegah kebangkitan penyakit ini.

Kematian akibat campak turun 88 persen sejak 2000, tetapi kasus meningkat, dengan tiga kali lebih banyak wabah pada 2024 dibanding 2019.

“Upaya imunisasi global menurunkan kematian akibat campak 88 persen antara 2000 dan 2024. Hampir 59 juta nyawa telah diselamatkan oleh vaksin campak sejak 2000,” kata WHO dalam pernyataannya.

Tercatat sekitar 95.000 orang meninggal akibat campak pada 2024, sebagian besar anak di bawah usia lima tahun.

“Setiap kematian akibat penyakit yang bisa dicegah tidak dapat diterima,” tulis WHO.

#Campak #Imunisasi #WHO
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
Tercatat sekitar 95.000 orang meninggal akibat campak pada 2024, sebagian besar anak di bawah usia lima tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 November 2025
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
Indonesia
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Hampir satu dari tiga perempuan diperkirakan 840 juta di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan oleh pasangan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 November 2025
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Indonesia
Jakarta Panasnya Minta Ampun, Ahli WHO Desak Pemprov DKI Pasang Keran Air Gratis
Penyediaan fasilitas air minum ini bertujuan untuk memastikan setiap warga Jakarta dapat memenuhi kebutuhan cairan harian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Jakarta Panasnya Minta Ampun, Ahli WHO Desak Pemprov DKI Pasang Keran Air Gratis
Berita
Cukai Rokok Tak Naik 2026: Antara Kepentingan Ekonomi dan Ancaman Kesehatan Publik
Pemerintah tidak menaikkan cukai rokok di 2026. Keputusan ini menuai protes karena dinilai mengorbankan kesehatan publik demi industri. Simak data dan analisis lengkapnya di sini.
ImanK - Selasa, 30 September 2025
Cukai Rokok Tak Naik 2026: Antara Kepentingan Ekonomi dan Ancaman Kesehatan Publik
Indonesia
Kapuk Jakbar KLB Campak, Jakarta Temukan Lonjakan Ratusan Kasus Sejak Awal September
Sudinkes Jakbar menggenjot pelaksanaan Outbreak Respon Imunisasi (ORI) untuk mencegah penyebaran wabah campak di wilayahnya.
Wisnu Cipto - Senin, 15 September 2025
Kapuk Jakbar KLB Campak, Jakarta Temukan Lonjakan Ratusan Kasus Sejak Awal September
Indonesia
Pramono Tegaskan tak Ada Peningkatan Penyakit Campak
Pemerintah DKI melalui dinas kesehatan akan melakukan penanganan kasus campak agar tidak terus menyebar.
Dwi Astarini - Jumat, 12 September 2025
Pramono Tegaskan tak Ada Peningkatan Penyakit Campak
Indonesia
Dinkes DKI Catat 218 Kasus Campak hingga September, tak Ada Laporan Kematian
Langkah cepat yang diambil jajaran Dinkes DKI untuk mencegah penyakit campak salah satunya ialah melalui respons penanggulangan bernama ORI (Outbreak Response Immunization).
Dwi Astarini - Selasa, 09 September 2025
Dinkes DKI Catat 218 Kasus Campak hingga September, tak Ada Laporan Kematian
Lifestyle
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Hal yang paling penting adalah istirahat cukup, menjaga asupan nutrisi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 27 Agustus 2025
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Indonesia
Ribuan Anak Terancam Otak Keropos Akibat Cacingan! Pahami 4 Langkah Mudah Lindungi Buah Hati dengan Konsep WASHED
Per 2021, masih ada 26 kabupaten dan kota dengan prevalensi kecacingan di atas 10%.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Agustus 2025
Ribuan Anak Terancam Otak Keropos Akibat Cacingan! Pahami 4 Langkah Mudah Lindungi Buah Hati dengan Konsep WASHED
Dunia
Apa Itu Campak? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta KLB di Sumenep, Jawa Timur
Sumenep, Jawa Timur tengah menghadapi situasi serius setelah wabah campak merebak dan resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa
ImanK - Jumat, 22 Agustus 2025
Apa Itu Campak? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta KLB di Sumenep, Jawa Timur
Bagikan