Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
Arsip - Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jakarta, Sabtu (13/8/2022). (ANTARA/Instagram/@dinkesdki/Dewa).
MerahPutih.com - Secara global kasus campak meningkat pesat. Diperkirakan perkirakan 11 juta infeksi pada 2024, hampir 800.000 lebih banyak dibanding sebelum pandemi pada 2019.
Wabah besar nyaris tiga kali lipat dibanding 2021. Wabah itu terjadi di 59 negara, angka tertinggi sejak pandemi COVID-19 yang mengganggu imunisasi.
Secara regional, kasus meningkat 86 persen di Timur Tengah, 47 persen di Eropa, dan 42 persen di Asia Tenggara dibanding 2019. Afrika justru turun 40 persen kasus dan 50 persen kematian.
Saat ini cakupan vaksinasi belum merata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan UNICEF memperkirakan 84 persen anak mendapat dosis pertama vaksin campak pada 2024, tetapi hanya 76 persen menerima dosis kedua.
Baca juga:
Orang yang terinfeksi tetap menghadapi risiko seumur hidup, termasuk kebutaan, pneumonia, dan ensefalitis yang dapat menyebabkan pembengkakan otak dan kerusakan permanen.
WHO memperingatkan pemotongan dana tajam untuk program campak dan rubella dapat memperlebar celah kekebalan dan memicu wabah baru pada 2026.
WHO menekankan bahwa meski kematian menurun, campak tetap sangat menular, dan upaya vaksinasi global harus dipercepat untuk mencegah kebangkitan penyakit ini.
Kematian akibat campak turun 88 persen sejak 2000, tetapi kasus meningkat, dengan tiga kali lebih banyak wabah pada 2024 dibanding 2019.
“Upaya imunisasi global menurunkan kematian akibat campak 88 persen antara 2000 dan 2024. Hampir 59 juta nyawa telah diselamatkan oleh vaksin campak sejak 2000,” kata WHO dalam pernyataannya.
Tercatat sekitar 95.000 orang meninggal akibat campak pada 2024, sebagian besar anak di bawah usia lima tahun.
“Setiap kematian akibat penyakit yang bisa dicegah tidak dapat diterima,” tulis WHO.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Jakarta Panasnya Minta Ampun, Ahli WHO Desak Pemprov DKI Pasang Keran Air Gratis
Cukai Rokok Tak Naik 2026: Antara Kepentingan Ekonomi dan Ancaman Kesehatan Publik
Kapuk Jakbar KLB Campak, Jakarta Temukan Lonjakan Ratusan Kasus Sejak Awal September
Pramono Tegaskan tak Ada Peningkatan Penyakit Campak
Dinkes DKI Catat 218 Kasus Campak hingga September, tak Ada Laporan Kematian
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Ribuan Anak Terancam Otak Keropos Akibat Cacingan! Pahami 4 Langkah Mudah Lindungi Buah Hati dengan Konsep WASHED
Apa Itu Campak? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta KLB di Sumenep, Jawa Timur