MerahPutih.com - Hantavirus yang merupakan kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat (rodent) dan dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia tengah dalam sorotan.
Penularan hantavirus ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Infeksi juga dapat terjadi, meskipun lebih jarang, melalui gigitan hewan pengerat.
Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu dan muncul dalam satu hingga delapan minggu setelah paparan, yaitu demam dan menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.
Tercatat, satu kasus kematian akibat infeksi hantavirus dilaporkan terjadi di Taipei.
Baca juga:
Stasiun televisi China Central Television (CCTV) melaporkan, otoritas Taipei saat ini melakukan langkah sanitasi besar-besaran serta menambah jumlah titik pemasangan umpan tikus.
Laporan itu juga menyebutkan, tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Sejauh ini, baru satu kasus yang dikonfirmasi di Taipei. Namun, kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan penyebaran virus tersebut masih tinggi.
Sementara itu, wabah hantavirus mematikan juga dilaporkan terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak tujuh orang terinfeksi dalam insiden tersebut, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.
Virus ini dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal serta sindrom paru akibat hantavirus. (*)