WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius

ilustrasi hantavirus. (Foto: unsplash/jan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat 11 kasus hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius. Sembilan di antaranya telah dikonfirmasi.

Dokter di rumah sakit Paris menyatakan seorang perempuan Prancis yang terinfeksi dalam wabah hantavirus mematikan di MV Hondius berada dalam kondisi kritis dan dirawat menggunakan paru-paru buatan, Selasa (12/5). Tiga orang di kapal pesiar tersebut meninggal dunia, termasuk pasangan asal Belanda yang diyakini pejabat kesehatan sebagai orang pertama yang terpapar virus saat berkunjung ke Amerika Selatan.

Spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Bichat Xavier Lescure menjelaskan penumpang Prancis yang dirawat di Paris mengalami bentuk penyakit yang parah. Infeksi virus itu menyebabkan gangguan paru-paru dan jantung yang mengancam jiwa. Ia mengatakan perempuan tersebut menggunakan alat penunjang hidup yang memompa darah melalui paru-paru buatan, memberikan oksigen, lalu mengembalikannya ke tubuh. Harapannya, alat tersebut dapat mengurangi tekanan pada paru-paru dan jantung sehingga organ-organ tersebut memiliki waktu untuk pulih. Lescure menyebutnya sebagai tahap terakhir perawatan suportif.

Dengan selesainya evakuasi seluruh penumpang dan sebagian besar awak kapal, MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kasus yang dikonfirmasi maupun yang masih diduga sejauh ini hanya ditemukan di antara penumpang atau awak kapal pesiar tersebut.

“Saat ini, belum ada tanda bahwa kita sedang melihat awal dari wabah yang lebih besar. Namun, tentu situasi bisa berubah. Mengingat masa inkubasi virus yang panjang, mungkin saja kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” kata Ghebreyesus.

Kementerian Kesehatan Spanyol pada Selasa menyatakan orang terbaru yang dipastikan terinfeksi ialah seorang penumpang asal Spanyol yang dinyatakan positif hantavirus setelah dievakuasi dari kapal. Penumpang tersebut sedang menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid.

Otoritas kesehatan mengatakan ini merupakan wabah hantavirus pertama di kapal pesiar. Meski belum ada obat maupun vaksin untuk hantavirus, WHO mengatakan deteksi dan penanganan dini dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien.

Baca juga:

Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya



Evakuasi MV Hondius Selesai





Sebanyak 87 penumpang dan 35 awak kapal dievakuasi dari kapal ke daratan di Tenerife oleh petugas. Mereka mengenakan perlengkapan pelindung penuh dan masker pernapasan dalam operasi yang terkoordinasi dan berakhir pada Senin malam.

Dua pesawat tiba di Kota Eindhoven, Belanda bagian selatan, pada malam hari membawa warga Belanda serta penumpang dari Australia dan Selandia Baru, serta awak kapal dari Filipina. Pemerintah Belanda mengatakan semuanya langsung ditempatkan dalam karantina.

“Sebagian awak kapal tetap berada di atas kapal dan mengarahkan pelayaran menuju kota pelabuhan Rotterdam di Belanda,” kata operator kapal Oceanwide Expeditions.

Ghebreyesus menyarankan penumpang yang kembali menjalani karantina selama 42 hari, baik di rumah maupun fasilitas lain. Ia menambahkan WHO tidak dapat memaksa penerapan pedoman tersebut, dan tiap negara mungkin menangani pemantauan penumpang tanpa gejala dengan cara berbeda.(dwi)

Baca juga:

Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal

#Hantavirus #MV Hondius #WHO
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
WHO umumkan wabah Ebola di RD Kongo kini wabah terbesar kedua sepanjang sejarah dengan 4.449 kasus terkonfirmasi dan 2.061 kematian.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Dunia
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Venezuela melaporkan tiga kematian baru akibat hantavirus di Anzoategui dan dua kasus tambahan masih diselidiki.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Bagikan