Media Sosial

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Januari 2021
Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan

Lakukan hal ini biar enggak terjebak dengan predator kencan online. (Foto: Pixabay/@amrothman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELAKANGAN isu predator seksual kembali ramai dibicarakan di media sosial. Pelaku memanfaatkan aplikasi kencan daring untuk mencari korban. Salah satunya yang sedang viral adalah kasus mengenai Mas 'aliskamugemash'.

Pria ini memiliki tiga nama, yaitu Dewa, Leonardus, dan Po untuk menipu korbannya. Setelah menjalankan aksinya selama beberapa tahun, kasusnya akhirnya terbongkar dan langsung ramai diperbincangkan. Ratusan orang bermunculan mengaku sebagai korban dari Mas 'aliskamugemash'.

Baca juga:

Jangan Tertipu, Begini Cara Mengetahui Niat Seseorang di Aplikasi Kencan Online

Oleh sebab itu, kita perlu waspada dan berhati-hati ketika menggunakan aplikasi kencan. Tujuannya agar kejadian predator semacam ini tidak kembali terulang. Seperti dilansir dari Independent UK, berikut cara-cara yang bisa kamu coba agar tidak terjebak.

1. Jaga percakapan tetap di aplikasi

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan
Jaga percakapan tetap di aplikasi kencan agar perilaku anehnya bisa dilacak. (Foto: Pixabay/@99mimimi)

Ketika berkenalan dengan seseorang melalui aplikasi kencan kamu tidak boleh gegabah. Soalnya mereka adalah stranger alias orang tak dikenal yang patut kamu waspadai. Untuk itu, pastikan menjaga percakapanmu di aplikasi atau situs kencan saja.

Nick Tsinosis, co-founder Scamalytics, perangkat lunak yang dibuat untuk mencegah penipuan menyebutkan bahwa sangat penting menjaga dialog tetap di aplikasi.

"Jika kamu menyimpan percakapan secara ketat, penipu kemungkinan tidak akan menargetkan kamu karena situs kencan bisa mendeteksi perilaku mereka," terangnya. Kalau kamu berpindah ke aplikasi pesan pribadi akan lebih mudah bagi mereka melakukan penipuan.

2. Blokir siapapun yang mencurigakan

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan
Blok siapapun yang mencurigakan ketika kamu sudah merasa tidak nyaman. (Foto: Unsplash/@Isaiah Rustad)

Jangan takut untuk memblokir orang yang menurutmu mencurigan. Apalagi jika kata-kata dan pesannya sudah aneh. Jika kamu berbaik hati dan terus melanjutkan percakapan, yang ada kamu malah akan terus terganggu. Lagipula tidak ada salahnya kok untuk berhati-hati. Dan mungkin memblokir mereka merupakan solusi terbaik.

Jika melihat kasus Mas 'aliskamugemash', beberapa korban mengatakan bahwa pesan yang disampaikannya terkesan aneh dan membahas hal privat. Ketika kamu sudah merasa tidak nyaman dengan perkataannya, lebih baik langsung diblokir saja.

Baca juga:

Millennials, Ini 3 Kebohongan Klise yang Sering Dilakukan di Kencan Online

3. Seliki teman kencanmu

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan
Selidiki media sosial teman kencanmu untuk memastikan dia benar-benar ada. (Foto: Pixabay/@USA-Reiseblogger)

Saat memutuskan menjajal aplikasi kencan, tidak ada salahnya memasang mode detektif. "Jangan takut untuk mencari informasi tentang seseorang yang kamu temui secara online.

Gunakan Google untuk memeriksa apakah foto yang digunakan milik orang lain atau bukan," saran Tsinosis. Jangan lupa periksa media sosial mereka dan pastikan mereka orang asli yang tidak bertujuan untuk menipu.

Ini bisa jadi cara yang baik untuk mengenali predator. Seperti misalnya dalam kasus Mas Dewa yang ternyata namanya memang sudaah viral di internet dan terkenal jelek. Jadi sebelum jatuh dalam perangkap, kamu sudah bisa keluar dulu.

4. Selalu bertemu di tempat publik

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan
Pastikan bertemu di tempat publik yang ramai. (Foto: Pexels/@Andrea Piacquadio)

Percakapan makin seru dan kamu memutuskan untuk bertemu? Tidak masalah tapi pastikan pilih lokasi bertemu di tempat publik ya. Dalam kasus Mas Dewa, dia kebanyakan selalu meminta korbannya bertemu di kosan miliknya di Mampang.

Ini jelas suatu hal yang salah, baru kenal kok sudah mengajak bertemu di tempat pribadi. Lebih baik kamu meminta teman kencanmu untuk bertemu di tempat yang ramai. Seharusnya predator jadi tidak akan berani macam-macam ketika berada di publik.

5. Jangan pulang bersama mereka pada kencan pertama

Jangan Sampai Terjebak, Ini Cara Jitu Hindari Predator di Aplikasi Kencan
Jangan mau diantarkan pulang karena doi akan mengetahui lokasi tempat tinggalmu. (Foto: Pixabay/@Free-Photos)

Setelah bertemu ternyata kamu dan doi 'nyambung'. Tapi ingat ya jangan pulang bersamanya atau diantar. Soalnya mereka jadi bisa mengetahui lokasi tempat tinggalmu. Ini bukan seperti film-film romantis yang biasa kamu tonton.

Tidak selamanya diantar ke rumah adalah suatu hal bijaksana sebab kita tidak pernah tahu apakah orang tersebut punya maksud tersembunyi atau tidak. Apalagi mereka ini adalah orang asing yang baru kamu temui. Daripada menyesal lebih baik berhati-hati, bukan? (Sam)

Baca juga:

Si Doi Ketahuan Main Aplikasi Kencan Online, Sah-Sah Saja?

#Kencan Online #Aplikasi Kencan #Kejahatan Seksual #Relasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Larang Kasus Kekerasan Seksual Diselesaikan Secara Restorative Justice
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan kasus kekerasan seksual tidak boleh diselesaikan damai.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Menteri PPPA Larang Kasus Kekerasan Seksual Diselesaikan Secara Restorative Justice
Indonesia
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
AS, pelaku kasus pencabulan puluhan santriwati sempat melarikan diri setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 4 Mei.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
Indonesia
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Menteri PPPA menekankan bahwa kekerasan dalam relasi pengasuhan adalah pelanggaran berat yang merusak masa depan anak serta mencederai institusi keagamaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Menteri PPPA Tegaskan Penahanan Pimpinan Pesantren Pati Krusial Guna Cegah Korban Baru
Indonesia
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Investigasi independen dari lembaga terkait diharapkan mampu mengungkap fakta secara transparan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mencegah kasus serupa di lingkungan pendidikan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Skandal Seksual Santriwati Pati Bikin Heboh, LPSK dan Komnas HAM Didesak Segera Turun Tangan
Indonesia
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Legislator asal Dapil Jawa Barat III ini mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren. Satgas tersebut nantinya melibatkan Kementerian Agama, KemenPPPA
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Pati Terbongkar, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Satgas
Indonesia
Polisi Mulai Buru Tersangka Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Usai Mangkir Panggilan Pertama
Hingga saat ini, baru satu korban yang secara resmi melaporkan tindakan asusila tersebut
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Polisi Mulai Buru Tersangka Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Usai Mangkir Panggilan Pertama
Indonesia
Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Gempar Buntut Santri Jadi Korban Predator Anak, DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku
Selain aspek hukum bagi pelaku, Abdullah menuntut adanya pendampingan psikologis, bantuan hukum, dan jaminan keamanan bagi korban
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Gempar Buntut Santri Jadi Korban Predator Anak, DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku
Indonesia
Imbas Skandal Seksual Ponpes Pati, DPR Ingatkan Kemenag Jangan Obral Izin Pesantren
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan Kemenag harus memperketat izin pesantren pasca kasus kekerasan seksual di Pati. I
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Imbas Skandal Seksual Ponpes Pati, DPR Ingatkan Kemenag Jangan Obral Izin Pesantren
Indonesia
Skandal Seksual di Ponpes Pati, DPR Minta LPSK Turun Tangan Lindungi Korban!
Perlindungan menyeluruh dan kompensas penting untuk pemulihan korban kekerasan seksual.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Skandal Seksual di Ponpes Pati, DPR Minta LPSK Turun Tangan Lindungi Korban!
Indonesia
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Habib Syarief menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aksi asusila terus merusak marwah dunia pendidikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Bagikan