Kesehatan

Jangan Percaya Mitos Penyakit Vitiligo Ini

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 20 November 2019
Jangan Percaya Mitos Penyakit Vitiligo Ini

Terlalu banyak mitos tentang vitiligo di masyarakat. (Foto: Pexels/Mohammed Hassan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERCAK putih pada vitiligo membuat penderita penyakit ini jadi tidak percaya diri. Terlebih banyak mitos-mitos tentang vitiligo yang tersebar di masyarakat. Ini semakin membuat penderita vitiligo semakin down, dan tidak percaya diri saat berinteraksi dengan banyak orang. Vitiligo sendiri terjadi karena pigmen melanin yang menghasilkan warna kulit dan rambut mati.

Apa saja sih mitos-mitos tersebut? dr. Dian Pratiwi, SpKK, mencoba memaparkan mitos-mitos itu pada sebuah seminar media yang dihelat di Restoran Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/11). Helen, sapaan akrab Dian mengatakan paling sering masyarakat mengira penderita vitiligo mengalami cacat fisik maupun mental.

Baca Juga:

Pertolongan Pertama Pada Iritasi Kulit

cewek
Mitos yang tidak benar membuat penyandang vitiligo down. (Foto: thecut)

Padahal, kesehatan penderita vitiligo sama sekali tidak terganggu. Tidak ada rasa gatal atau sakit pada area kulit yang timbul bercak putih. Satu-satunya keluhan pasien vitiligo hanyalah merasa tidak percaya diri karena penampilan fisik mereka yang berubah. "Rata- rata pasien vitiligo hidup normal," tutur Helen.

Selain itu, lanjut Helen, banyak pasien vitiligo yang takut terkena berbagai macam penyakit kulit seperti kanker kulit dan kusta. Lagi-lagi ini hanya sebuah mitos. Karena tidak ada hubungan penyebab vitiligo dengan penyakit kulit lainnya. "Vitiligo itu terjadi karena gangguan sistem imun (autoimun)," jelasnya.

Penyakit vitiligo juga sering dikira banyak orang sebagai penyakit menular. Hal ini juga menjadi mitos. Vitiligo sama sekali tidak menular, bahkan melalui kontak fisik sekalipun. Jadi tetaplah berinteraksi dengan pengidap vitiligo dan memberikan mereka semangat. "Tidak ada alasan untuk kita menghindari teman atau keluarga yang mengalami vitiligo," tegasnya.

Baca Juga:

Kulit Sensitif? Perhatikan Aturan Make-Up Berikut Agar Tidak Iritasi

cewek
Vitiligo tidak memandang kulit penyandangnya. (Foto: Pexels/Mohammed Hassan)

Vitiligo juga tidak melulu dialami oleh orang berkulit hitam. Orang berkulit putih juga bisa terkena vitiligo walaupun bercak putih terlihat samar karena mirip dengan warna kulit asli.

Satu mitos lagi yang tidak perlu kamu percayai tentang penyakit vitiligo. Tidak ada jenis makanan tertentu yang dapat memperparah vitiligo. Penderita vitiligo bebas mengonsumsi makanan apapun.

Kesembuhan penyakit vitiligo memang tidak bisa diprediksi. Namun, vitiligo bisa diobati dengan berbagai cara, mulai dari minum obat, mengoleskan krim dari dokter, hingga menjalani terapi yang dianjurkan dokter. Penderita vitiligo juga bisa merawat kulit dengan mengoleskan tabir surya pada area bercak putih saat menjalani aktivitas. "Penderita vitiligo harus menghindari paparan sinar matahari," tukasnya. (ikh)

Baca Juga:

Tips Agar Kulit Tetap Sehat Meski Terpapar Polusi

#Penyakit #Kulit Sehat
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Indonesia
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Kenali cara menangani paparan hantavirus sejak dini, mulai dari membersihkan area terkontaminasi hingga mengenali gejala awal yang mirip flu biasa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Dunia
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
WHO melaporkan kasus hantavirus di kapal MV Hondius. 3 penumpang tewas, satu pasien dirawat intensif. Simak penjelasan pakar soal penularan dan bahayanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan