Jangan Pakai Steroid Sembarangan, Ini Alasannya
Menambah massa otot dengan latihan beban. (Foto: Unsplash/Dollar Gill)
BUAT kamu yang suka berolahraga, pasti tidak asing lagi dengan steroid. Ya, obat ini sering disalahgunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik. Padahal, obat yang mengandung zat golongan steroid ini hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter.
Steroid sering digunakan untuk meningkatkan berat badan dan massa otot tanpa meningkatkan massa lemak dalam tubuh. Para altet juga menggunakan steroid untuk meningkatkan kinerja dan memperpanjang daya tahan tubuh.
Baca juga:
Otot Makin Besar, Penggunaan Steroid Ternyata Buruk untuk Tubuh
Tapi jika digunakan tanpa pengawasan medis, steroid berpotensi menimbulkan masalah, salah satunya gangguan pertumbuhan bila dikonsumsi anak-anak dan remaja. Meski dilarang digunakan, namun pesona steroid masih sering menyihir orang-orang yang ingin tampil percaya diri. Terutama mereka yang ingin memiliki tubuh berotot secara instan.
Mengutip laman WebMD, steroid dibagi menjadi dua yakni steroid anabolik yang sering disalahgunakan untuk meningkatkan performa fisik dan membesarkan otot, serta steroid kortiko yang digunakan untuk mengontrol peradangan, mengobati asma, penyakit radang usus, dan lupus.
Ahli fisioterapi Kenneth Mautner, MD dari Emory University mengatakan dokter tidak boleh meresepkan steroid untuk meningkatkan kinerja atletik seseorang.
Melansir Alodokter, zat yang terkandung di dalam steroid akan meniru sifat-sifat dari hormon testoseron. Kehadiran steroid membuat otot tetap mengalami pertumbuhan meksi hormon testoseron alami dalam tubuh tidak menghendakinya. Hal ini terjadi karena steroid memiliki kemiripan dengan hormone testoseron.
Baca juga:
Efek Samping Steroid, Anda Baru Menyadarinya Setelah Bertahun-Tahun
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, steroid bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Meski sudah berhenti memakai steroid, efek yang ditimbulkan tidak serta merta hilang.
Pada pria, bahaya steroid dalam jangka panjang bisa menyebabkan kebotakan, ukuran testis menyusut, jumlah sperma menurun, payudara membesar, kemandulan, hingga gangguan prostat. Sementara itu pada perempuan adalah tumbuh bulu berlebihan di tubuh dan wajah, suara menjadi berat, pembesaran pada klitoris, hingga penyusutan ukuran payudara.
Meski punya banyak efek samping, sebetulnya steroid banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit. Namun, jenis yang digunakan berbeda dengan steroid yang biasanya digunakan oleh para atlet.
Kalau kamu ingin memiliki tubuh atletis, konsumsilah makanan sehat dan seimbang yang mengandung protein tinggi. Lakukan latihan untuk membentuk kelompok otot seperti bisep, trisep, dada, bahu, punggung, hingga kaki. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya