Jangan Pakai Steroid Sembarangan, Ini Alasannya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 18 November 2021
Jangan Pakai Steroid Sembarangan, Ini Alasannya

Menambah massa otot dengan latihan beban. (Foto: Unsplash/Dollar Gill)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUAT kamu yang suka berolahraga, pasti tidak asing lagi dengan steroid. Ya, obat ini sering disalahgunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik. Padahal, obat yang mengandung zat golongan steroid ini hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

Steroid sering digunakan untuk meningkatkan berat badan dan massa otot tanpa meningkatkan massa lemak dalam tubuh. Para altet juga menggunakan steroid untuk meningkatkan kinerja dan memperpanjang daya tahan tubuh.

Baca juga:

Otot Makin Besar, Penggunaan Steroid Ternyata Buruk untuk Tubuh

Jangan Pakai Steroid Sembarangan, Ini Alasannya
Dokter biasanya membuat resep steroid untuk berbagai macam penyakit. (Foto: Unsplash/Sam Moqadam)

Tapi jika digunakan tanpa pengawasan medis, steroid berpotensi menimbulkan masalah, salah satunya gangguan pertumbuhan bila dikonsumsi anak-anak dan remaja. Meski dilarang digunakan, namun pesona steroid masih sering menyihir orang-orang yang ingin tampil percaya diri. Terutama mereka yang ingin memiliki tubuh berotot secara instan.

Mengutip laman WebMD, steroid dibagi menjadi dua yakni steroid anabolik yang sering disalahgunakan untuk meningkatkan performa fisik dan membesarkan otot, serta steroid kortiko yang digunakan untuk mengontrol peradangan, mengobati asma, penyakit radang usus, dan lupus.

Ahli fisioterapi Kenneth Mautner, MD dari Emory University mengatakan dokter tidak boleh meresepkan steroid untuk meningkatkan kinerja atletik seseorang.

Melansir Alodokter, zat yang terkandung di dalam steroid akan meniru sifat-sifat dari hormon testoseron. Kehadiran steroid membuat otot tetap mengalami pertumbuhan meksi hormon testoseron alami dalam tubuh tidak menghendakinya. Hal ini terjadi karena steroid memiliki kemiripan dengan hormone testoseron.

Baca juga:

Efek Samping Steroid, Anda Baru Menyadarinya Setelah Bertahun-Tahun

Jangan Pakai Steroid Sembarangan, Ini Alasannya
Lakukan latihan berbagai macam otot. (Foto: Unsplash/Ryan Hoffman)

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, steroid bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Meski sudah berhenti memakai steroid, efek yang ditimbulkan tidak serta merta hilang.

Pada pria, bahaya steroid dalam jangka panjang bisa menyebabkan kebotakan, ukuran testis menyusut, jumlah sperma menurun, payudara membesar, kemandulan, hingga gangguan prostat. Sementara itu pada perempuan adalah tumbuh bulu berlebihan di tubuh dan wajah, suara menjadi berat, pembesaran pada klitoris, hingga penyusutan ukuran payudara.

Meski punya banyak efek samping, sebetulnya steroid banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit. Namun, jenis yang digunakan berbeda dengan steroid yang biasanya digunakan oleh para atlet.

Kalau kamu ingin memiliki tubuh atletis, konsumsilah makanan sehat dan seimbang yang mengandung protein tinggi. Lakukan latihan untuk membentuk kelompok otot seperti bisep, trisep, dada, bahu, punggung, hingga kaki. (and)

Baca juga:

Bahaya Steroid, Masih Mau Pakai?

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan