Bahaya Steroid, Masih Mau Pakai?
Steroid. (Foto: Pixabay)
STEROID disebut-sebut dapat membentuk massa dan kekuatan otot. Padahal, bahaya yang dikandungnya jauh melebihi manfaatnya. Sayang, banyak pria yang tidak mengindahkan bahayanya.
Menshealth.com melansir ada satu dari 15 pria di dunia telah mencoba steroid. Pada 2014, setidaknya ada 271 riset mengenai efek steroid dilakukan.
Bertahun-tahun lamanya steroid tetap diklaim bahaya bagi kesehatan. Gagal ginjal, kerusakan liver, pembengkakan hati hingga penurunan kadar sperma merupakan bahaya yang melekat pada steroid.
Studi baru bahkan yang dipresentasikan Brazilian Congress of Cardiology menyebutkan pembentukan otot ilegal menyebabkan konsekuensi serius. Pemakaian steroid bisa memicu serangan jantung. Riset melibatkan 51 pria sehat yang usia rata-ratanya 29 tahun. Dari seluruh partisipan, beberapa orang merupakan atlet angkat besi yang memakai steroid dan beberapa tidak menggunakannya.
Tes urin juga dinyatakan akurat. Hasilnya, satu dari empat atlet angkat besi yang memakai steroid ditemukan plak atherosclerosis. Pembentukan plak merupakan problem besar, dapat memblokir aliran darah ke jantung. Risiko terbesarnya adalah serangan jantung, kata American Heart Association.
Pengguna steroid juga memiliki kadar kolesterol baik, HDL, yang lebih rendah. Padahal, kolesterol baik ini penting karena dapat mendorong kolesterol jahat keluar dari tubuh.
Setelah membaca kembali bahaya steroid, Anda masih mau pakai? (*)
Baca juga riset lain mengenai steroid pada artikel Efek Samping Steroid, Anda Baru Menyadarinya Setelah Bertahun-Tahun.
Bagikan
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah