Kesehatan

Otot Makin Besar, Penggunaan Steroid Ternyata Buruk untuk Tubuh

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 21 Januari 2020
Otot Makin Besar, Penggunaan Steroid Ternyata Buruk untuk Tubuh

Menggunakan steroid sangat berbahaya (Foto: JackedFactory)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUNYA badan berotot dan kekar memang impian kebanyakan pria. Banyak cara yang dilakukan untuk membentuk otot tubuh. Salah satunya adalah pergi ke tempat gym. Yang menjadi masalah, sebagian pria menempuh jalan pintas dengan menggunakan steroid untuk membentuk otot secara instan. Sebenarnya, baik enggak sih steroid untuk kesehatan tubuh?

Steroid merupakan bahan yang diproduksi secara alami dari dalam tubuh. Adapun steroid buatan yang terdiri dari steroid sintetis dan steroid anabolik. Steroid dipilih sebagai obat untuk pembentuk massa otot agar tubuh semakin kekar.

Baca juga:

Daftar Makanan Murah yang Ternyata Bisa Membesarkan Otot

Melansir Alodokter, di dunia olahraga profesional, menggunakan steroid dianggap sebagai tindakan melanggar hukum. Beberapa ahli mengatakan bahwa, pria umumnya mendapatkan steroid dari toko belanja daring atau rekan sesama gym. Mereka menggunakan zat ini untuk mempercepat mendapatkan tubuh impiannya.

Jenis steroid yang biasa digunakan adalah steroid anabolik. Steroid ini merupakan bahan sintetis yang mirip dengan hormon seks pria, sehingga membuat ciri dan karakteristik pria muncul, seperti tumbuh janggut hingga perkembangan otot.

Bentuk otot secara alami (Foto: Unsplash/Valery Sysoev)

Steroid juga sering digunakan dalam dunia kedokteran. Oleh sebab itu, mereka menanggap bahwa steroid relatif aman. Kenyataannya, dosis yang digunakan dalam terapi pengobatan lebih tinggi daripada steroid untuk memperbesar massa otot.

Steroid yang didapatkan dari resep dokter realtif aman. Tetapi, steroid untuk memperbesar massa otot sangat berbahaya. Demikian menurut Ian Hamilton, peneliti dari University of York, seperti dilansir dari laman Huffington Post.

Baca juga:

3 Langkah Mudah Kencangkan Otot dengan Botol, Lakukan Saat Berangkat Kerja

Ketika steroid anabolik masuk ke dalam tubuh, maka zat yang terkandung di dalamnya akan meniru sifat-sifat alami dari hormon testosteron. Kehadiran steroid membua otot tetap mengalami pertumbuhan meski hormon testosteron alami dalam tubuh tidak menghendakinya. Steroid juga mampu merangsang reseptor pertumbuhan dalam otot sehingga tubuh bereaksi untuk meningkatkan produksi jaringan otot.

Steroid anabolik paling sering digunakan (Foto: Unsplash/Damir Spanic)

Penggunaan steroid anabolik memiliki efek samping yang lebih besar dibandingkan dengan obat-obatan lainnya. Dalam jangka panjangnya adalah pria akan mengalami beberapa kesehatan mental yang berbahaya, seperti testis mengecil, kebotakan, jerawat, nyeri perut, jumlah sperma menurun, hingga mandul.

Hamilton menambahkan bahwa laki-laki muda seperti di usia 18 tahun akan lebih tinggi risikonya dibandingkan laki-laki berusia 38 tahun. Jika kamu ingin memiliki tubuh berotot, sebaiknya lakukan cara-cara alami.

Membentuk otot tentu membutuhkan waktu yang lama. Nikmati proses, rajin berlatih, dan jaga pola makan agar ototmu berkembang. (and)

Baca juga:

Ingin Tubuh Atletis? Perbanyak Latihan Otot Tricep

#Kesehatan #Gym #Otot #Steroid
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Bagikan