Parenting

Parents Jangan Cengeng, Didik Anak Agar Tidak Manja

annehsannehs - Kamis, 25 Juni 2020
Parents Jangan Cengeng, Didik Anak Agar Tidak Manja

Yuk ikuti tips ahli dalam mendidik anak. (Foto: FirstCry Parenting)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah pandemi COVID-19, orang dewasa maupun anak-anak mengalami kecemasan yang lebih parah dari biasanya. Apalagi kini mereka terpaksa harus menjalani kegiatan sehari-hari dengan awareness new normal walau jumlah korban COVID-19 terus bertambah di Indonesia.

Meski begitu, kenyataan yang pahit harus disambut dengan energi positif yang berlimpah. Sebagai individu yang berjiwa muda dan penuh energi, harus ditunjukkan bahwa kita #EnggakCengeng dalam menghadapi keadaan.

Sebagai orangtua, tentunya 'PR' banget jika harus bekerja dari rumah, menjaga kesehatan diri dan keluarga, mengurus dan mengajari anak, serta harus mengatasi kecemasan dan ketakutan mereka di tengah masa pandemi.

Didik anak agar mandiri sejak kecil. (Foto: Community Practitioner)
Didik anak agar mandiri sejak kecil. (Foto: Community Practitioner)

Untuk mengatasi masalah ini, merahputih.com menanyakan tips kepada Rena Masri, S. Psi, M. Si, psikolog Q Consulting sekaligus founder dari @Cintasetara mengenai pola asuh yang tepat bagi orang tua.

Rena mengatakan bahwa pola asuh yang tepat adalah yang bersifat demokratis, yang artinya orang tua harus mau percaya dan menghargai keputusan anak.

Berikan penjelasan sederhana tentang COVID-19 pada anak. (Foto: Edexlive)
Berikan penjelasan sederhana tentang COVID-19 pada anak. (Foto: Edexlive)

"misalnya kalau anak sudah usia untuk belajar makan sendiri, orang tua bisa mempercayakan anak untuk makan sendiri, jangan takut anak kotor nanti bajunya, atau berantakan mejanya, itu merupakan bagian dari anak untuk belajar makan mandiri," jelas Rena kepada merahputih.com.

Anak harus belajar untuk bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan tidak dimarahi orangtua ketika misi yang ingin dijalankan tidak berjalan dengan lancar.

Toilet training. (Foto: Healthline)
Toilet training. (Foto: Healthline)

"Misalnya ketika toilet training, memang harus dibiasakan untuk anak bilang atau kasih kode jika ingin buang air kecil. Orang tua juga harus bisa lebih bijaksana dalam menanggapi hal ini, jangan sampai anak sedang belajar, tapi orangtua gak sabaran sehingga anak dimarahin," tambah Rena.

Baca juga:

Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis

Anak yang terlalu dimanja sejak kecil juga mampu menghambat kemandirian anak ke depannya. Jika orangtua selalu memberikan dan menuruti apa yang diinginkan anak, hal tersebut akan membuat anak tidak disiplin dan merasa bahwa tidak ada aturan yang harus ditaati.

Memanjakan anak tidak berarti para orang tua sangat menyayangi anak-anak mereka. Akan tetapi harus dipikirkan juga bagaimana perkembangan anak di masa akan datang. Menurut Rena, akibat dari memanjakan anak berpengaruh pada kemampuan penyesuaian diri dan bersosialisasi anak ketika dewasa.

Orangtua harus sabar menghadapi anak yang sedang belajar. (Foto: Teacherboards)
Orangtua harus sabar menghadapi anak yang sedang belajar. (Foto: Teacherboards)

"Anak harus belajar kalau untuk mendapatkan sesuatu itu dibutuhkan proses sehingga mereka tidak terbiasa untuk mendapatkan apa yang diinginkan," jelasnya.

Menerapkan aturan dan membatasi keinginan anak mampu meningkatkan kemampuan anak dalam membedakan kebutuhan atau keinginan serta mendidik mereka untuk membuat skala prioritas.

Baca juga:

Tidak Hanya Daging, 3 Bahan Makanan Ini Juga Kaya Akan Protein

Di sisi lain, orang tua juga harus mampu menjaga emosi anak lewat cara berkomunikasi. Caranya dengan mengontrol ekspresi wajah dan intonasi suara ketika berbicara dengan anak, sehingga anak tidak merasa terintimidasi dan terpojokkan.

Perhatikan intonasi suara dan ekspresi wajah ketika berkomunikasi dengan anak. (Foto: Happy Families)
Perhatikan intonasi suara dan ekspresi wajah ketika berkomunikasi dengan anak. (Foto: Happy Families)

Rena juga menyatakan bahwa rasa takut dan cemas memang umum dialami anak di tengah pandemi COVID-19. Untuk mencegahnya, orang tua harus membatasi pemberitaan dari televisi dan mengajak anak untuk terbiasa dalam mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

Orangtua juga bertugas menjawab segala kebingungan-kebingungan anak seputar COVID-19 yang membuat mereka penasaran. "Kalau anak takut dan sedih, jangan bilang 'jangan takut', tetapi ajak anak bicarakan takutnya dengan kita agar keingintahuan anak terpuaskan dengan jawaban dan penjelasan yang komprehensif," pungkas Rena. (shn)

Baca juga:

Ahli Ungkap 3 Besar Alasan Bunuh Diri

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan