Kesehatan

Jaga Kebersihan Jauhkan Diri dari Infeksi COVID-19, Hepatitis, dan Cacar Monyet

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 02 Juni 2022
Jaga Kebersihan Jauhkan Diri dari Infeksi COVID-19, Hepatitis, dan Cacar Monyet

Mencuci tangan dan menjaga kebersihan penting untuk cegah penyakit. (foto: Freepik-user18526052)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 melandai, tapi masyarakat Indonesia kembali dihantui dengan kehadiran penyakit hepatitis misterius dan cacar monyet. Hepatitis misterius lebih banyak menyerang anak-anak di bawah umur 16 tahun. Sementara itu, hingga kini belum ada kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia.

Hal itu membuat masyarakat Indonesia masi khawatir akan potensi bahaya yang timbul karena terinfeksi hepatitis misterius dan cacar monyet. Hingga kini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab penyakit hepatitis misterius.

BACA JUGA:

Waspada Hepatitis Akut, Ini Gejalanya

Dokter spesialis anak yang juga founder @tentanganakofficial dr Mesty Ariotedjo, SpA menjelaskan penyebab hepatitis misterius bisa terdiri dari beberapa faktor, seperti infeksi adenovirus, terutama tipe 41F, pascainfeksi COVID-19, konsumsi obat-obatan, dan paparan lingkungan lainnya. Sama halnya dengan hepatitis misterius, cacar monyet atau monkeypox juga belum diketahui penyebabnya. Namun, penyakit ini dapat ditularkan melalui cairan tubuh, darah, lesi kulit, dan droplet.

biodef
dr Mesty Ariotedjo, SpA sarankan jaga kebersihan untuk mencegah COVID-19, hepatitis, dan monkeypox. (foto dok biodef)

Untuk itu, Mesty menganjurkan orangtua harus tetap waspada dan menjaga kebersihan diri pada anak, terutama pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. "Salah satu langkah pencegahan yang dapat kita lakukan ialah dengan membiasakan keluarga untuk selalu mencuci tangan serta mandi secara rutin menggunakan sabun antiseptik yang terbukti alami melawan virus secara signifikan dan memberikan proteksi ekstra," kata Mesty, beberapa waktu lalu.

Salah satu sabun antiseptik yang direkomendasikan adalah Biodef Natural Protection yang menjadi sabun antiseptik lokal. Dengan lulus uji di laboratorium di Amerika, Biodef terbukti dapat melawan virus penyebab COVID-19.

BACA JUGA:

Dokter Spesialis Anak: Jangan Panik saat Temukan Gejala Awal Hepatitis

"Formula Biodef yang memberikan extra layer of protection untuk keluarga Indonesia. Sabun ini 99,9 persen intesif melawan kuman, virus, dan bakteri serta melindungi kulit dari kekeringan dan melembapkan,” ujar Group Head Personal Care PT Paragon Technologi and Innovation Khikin Indahsari.

Ia menambahkan, hal yang juga penting ialah sabun ini mencegah kuman dan virus masuk ke kulit. Dengan pH seimbang, sabun antiseptik ini aman digunakan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak usia tiga tahun ke atas.(DGS)

BACA JUGA:

Hepatitis Akut pada Anak Merebak, Orangtua Wajib Waspada

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan