Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz, Menlu AS: Trump Berhak Putuskan Lanjutkan Perang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz, Menlu AS: Trump Berhak Putuskan Lanjutkan Perang

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada 21 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan memperpanjang gencatan senjata hingga Teheran menyerahkan proposalnya untuk menyelesaikan konflik dan hingga negosiasi selesai.

Namun, Trump melakukan blockade Selat Hormuz dan tetap lontarkan ancaman penyerangan dan pembatalan pembahasan perjanjian

Presiden Iran Masoud Pesheshkian, dalam percakapan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mengatakan Teheran tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan perdamaian di bawah tekanan, ancaman, atau blokade Selat Hormuz.

Untuk melanjutkan dialog, Pesheshkian meminta AS untuk menghapus semua hambatan, termasuk blokade di jalur perairan strategi tersebut.

Baca juga:

Lirik dan Makna Lagu Timur 'Lu Kenal Veronika Ko', Sindiran Halus yang Jadi Viral

Amerika Serikat menegaskan, tidak akan menyetujui pengaturan yang memungkinkan Iran memutuskan siapa yang boleh atau tidak dalam menggunakan jalur air internasional, serta mengenakan pungutan untuk melalui Selat Hormuz

"Kita tidak bisa mentolerir upaya mereka untuk menormalisasi sistem di mana Iran memutuskan siapa yang boleh menggunakan jalur air internasional dan berapa banyak yang harus Anda bayarkan kepada mereka," kata kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada Fox News, Senin (27/4).

Ia menambahkan, Presiden AS Donald Trump berhak memutuskan apakah akan melanjutkan perang melawan Iran.

Trump sebelumnya mengatakan, telah membatalkan perjalanan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk putaran pembicaraan selanjutnya dengan Iran.

Ketegangan meningkat di Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran bereaksi dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan kedua negara di Pakistan untuk mengakhiri konflik, gagal menghasilkan keputusan. (*)

#Iran #Selat Hormuz #Perang #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan