MerahPutih.com - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai perang Amerika Serikat dan Iran bisa berdampak buruk bagi Indonesia.
Menurut Anwar, salah satu dampak yang bakal dirasakan di Indonesia bila kedua negara itu berperang adalah dampak ekonomi.
Baca Juga:
Harga Minyak Internasional Meroket Buntut Ketegangan Iran-AS
"Harga minyak dunia akan naik tajam sementara Indonesia banyak mengimpor minyak," kata Anwar kepada merahputih.com, di Jakarta, Selasa (7/1).
Anwar melanjutkan, keuangan Indonesia juga bakal tergerus bila perang pecah.
"Sehingga akhirnya devisa negara akan tergerus. Dan itu masalah besar bagi bangsa dan negara kita," jelas Anwar.
Hal itu juga membuat harga minyak makin menggeliat maka akan berbahaya bagi Indonesia. Apalagi, cadangan minyak yang dimiliki saat ini sedikit dan belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Artinya, Indonesia masih akan sangat tergantung dari impor.
Apabila harga minyak meningkat maka nilai impor makin tinggi dan akan menggerogoti neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga akan terkena dampak karena harus merogoh kantong untuk subsidi BBM.
Anwar berharap ketegangan antara AS dan Iran bisa diredam dan tidak semakin memanas.
Baca Juga:
Sebelumnya, AS membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Quds, dalam serangan udara di Baghdad yang akhirnya memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan Timur Tengah dapat berdampak pada produksi energi di kawasan kaya minyak.
Serangan ini diduga sebagai bentuk balasan atas penyerbuan Kedutaan Besar AS di Baghdad pada 31 Desember, yang dipimpin oleh Kata’ib Hezbollah dan para pejuang milisi yang didukung Iran. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak untuk membunuh Soleimani dilakukan atas arahan Presiden sebagai tindakan defensif untuk melindungi personel AS di luar negeri. (Knu)
Baca Juga: