MerahPutih.com - Inovasi sains dan akademik, informasi dan komunikasi dari universitas diharapkan bisa membantu penanggulangan COVID-19 di Jawa Timur, terutama dikala pemerintah tengah menuju upaya dalam rangka membangkitkan gairah ekonomi akibat pandemi.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya mengundang PTN-PTS di Jatim yang memiliki sumber daya manusia kesehatan dan terdapat laboratorium yang bisa digunakan untuk melaksanakan tes PCR.
"Tadi dalam pertemuan tersebut, Pak Menkes RI sudah siap membantu fasilitas alatnya dan dari ketua gugus tugas juga siap memberikan fasilitasnya kepada PTN dan PTS di Jatim untuk membantu penanganan COVID-19 ini," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Baca Juga:
Polisi Duga Ledakan di Menteng Dipicu Dendam Pribadi Korban dan Pelaku
Ia mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan penekanan dua hal dalam penanganan COVID-19, yaitu mengintensifkan fasilitas dan pelayanan kesehatan untuk menekan angka fatalitas terutama di Jatim serta memperluas testing.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menilai bahwa pengembangan teknologi dari hasil riset dan inovasi akademisi sangat bagus dan dibutuhkan. Selain itu, seluruh pasien dan spesimen tetap diawasi dan dijaga, termasuk para tenaga medis dan tenaga laboratorium juga harus mendapatkan pelatihan sebelum terjun dalam penanganan COVID-19.
"Lalu, penyiapan ruangan laboratorium harus betul-betul memenuhi syarat. Jangan sampai laboratorium menjadi episentrum baru," kata Terawan.
Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo menambahkan agar peran universitas melalui mahasiswanya dapat membantu menggerakkan masyarakat untuk perubahan perilaku sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan.
"Pendekatan kemanusiaan dari peran akademisi dan komunitas penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat," katanya.
Kepala BNPB itu memberikan gambaran solusi perubahan perilaku dengan peran mahasiswa dapat dilakukan melalui sejumlah aktivitas, seperti kuliah kerja nyata (KKN) di sejumlah wilayah setempat.
"KKN tematik dapat mengajak masyarakat mengubah perilaku sesuai protokol kesehatan ditambah menjaga imunitas dengan olahraga dan mengonsumsi makanan sehat," tutur Doni seperti dilansir Kantor Berita Antara.
Baca Juga:
Polemik PPDB, Hari Ini Komnas Anak Surati Lagi Anak Buah Anies