Ini Satu-Satunya akun Media Sosial Trump yang Tidak Diblokir

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 11 Januari 2021
Ini Satu-Satunya akun Media Sosial Trump yang Tidak Diblokir

Sejumlah media sosial melarang akun Trump. (Foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENYUSUL serangan 6 Januari 2021 di U.S Capitol oleh pro-Trump, sejumlah platform media sosial telah membatasi akun Donald Trump. Bahkan melarang akun tersebut sepenuhnya.

Keputusan paling berdampak datang dari eksekutif Twitter pada 8 Januari 2021. Secara permanen Twitter melarang akun Donald Trump.

Baca Juga:

Berkicau 'Kebal dari Virus Corona', Trump Ditandai Twitter

"Setelah meninjau secara cermat Tweet terbaru dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan," bunyi pengumuman Twitter, seperti yang dikutip dari laman The List.

Twitter secara permanen menangguhkan akun Trump. (Foto: pixabay/alurean)

Keputusan tersebut diambil usai pengepungan di Captiol, Washington D.C, yang secara langsung dipicu oleh pidato yang diberikan oleh Donald Trump pada pagi di hari yang sama.

Akibat kekerasan yang langsung dipicu retorika Presiden Donald Trump, beberapa perusahaan media sosial mulai menindak akunnya.

Baca Juga:

Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet

Pada Kamis pagi, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa akun Facebook dan Instagram Trump akan dikunci setidaknya hingga Hari Pelantikan (pada 20 Januari 2021).

"Kami yakin risiko membiarkan Presiden terus menggunakan layanan kami selama periode ini terlalu besar," bunyi pengumuman itu.

"Oleh karena itu, kami memperpanjang pemblokiran yang kami tempatkan di akun Facebook dan Instagramnya tanpa batas waktu, setidaknya selama dua minggu ke depan sampai transisi kekuasaan yang damai selesai."

Facebook dan Twitter larang akun trump. (Foto: pixabay/simon)

Meski Facebook, Instagram dan Twitter, memblokir akun Trump, channel YouTube resmi dia tetap aktif. Tapi platform tersebut menghapus video berisi Trump memuji para perusuh.

Pada 7 Januari, YouTube membagikan Tweet, yang menyatakan: "Karena peristiwa mengganggu yang terjadi kemarin, dan mengingat hasil pemilu sekarang telah disertifikasi, mulai hari ini setiap channel memposting video baru dengan klaim palsu yang melanggar kebijakan kami akan menerima teguran. "

Sementara itu, akun Snapchat Trump juga telah dinonaktifkan tanpa batas waktu. Axios melaporkan bahwa juru bicara Snapchat Rachel Racusen mengatakan kepada outlet bahwa akan mengunci akun Trump.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa hari ini kami mengunci akun Snapchat Presiden Trump," jelas Rachel Racusen.

Saat ini, penggunaan media sosial Presiden sangat dibatasi, dan tidak jelas kapan dia akan mendapatkan kembali akses penuh ke akun media sosialnya. (ryn)

Baca Juga:

Twitter Tindak Tegas Cicitan Mengharapkan Kematian Seseorang

#Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan