Ini Penyebab Kericuhan GMBI Dengan Ormas Gabungan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 25 Januari 2018
Ini Penyebab Kericuhan GMBI Dengan Ormas Gabungan

Ilustrasi ditangkap. (Foto: Warinternasional)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Polisi menduga kericuhan yang terjadi di Kantor Pemkot Bekasi antara Massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan sejumlah ormas gabungan akibat salah paham.

"Karena orasi yang dilakukan oleh GMBI, yang dianggap telah menghina Ormas gabungan yang sudah stanby di Pemkot," ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing saat dikonfirmasi, Kamis (25/1).

Erna menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika ormas GMBI menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Saat itu, ormas gabungan merasa tersinggung dengan orasi yang disampaikan oleh perwakilan dari GMBI.

"Sehingga memancing kemarahan ormas gabungan dan akhirnya terjadi pelemparan botol mineral dari arah dalam Pemkot yang selanjutnya terjadi saling melempar antara massa GMBI dengan ormas gabungan, sehingga bentrok tidak terhindari," beber Erna

Bentrok sekitar 30 menit itu akhirnya berhasil dilerai oleh petugas kepolisian. Bahkan akibat dari bentrok itu juga, membuat belasan orang mengalami luka-luka karena aksi saling serang dengan menggunakan batu dan botol air mineral.

Tak hanya itu saja, ada juga sejumlah kendaraan baik roda dua, maupun roda empat juga rusak. Akibat, sasaran lemparan batu dari kedua arah Ormas yang tengah melakukan aksi unjuk rasa tersebut.

"Ada kendaraan yang rusak akibat lemparan batu, 3 unit kendaraan roda 4 milik LSM GIBAS, 3 unit kendaraan roda 2 Honda Spacy warna hitam dan
Honda Beat warna merah,"tutupnya. (Gomes Roberto)

#GMBI #Bekasi #Ormas
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Nenek Elina di Surabaya, DPR Minta Polisi Tidak Premanisme Berkedok Ormas
Ia menekankan bahwa para pelaku pembongkaran dan pengusiran harus diseret ke ranah hukum agar ada efek jera.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Kasus Nenek Elina di Surabaya, DPR Minta Polisi Tidak Premanisme Berkedok Ormas
Indonesia
KPK Geledah Rumah Bupati Bekasi, Bawa Toyota Land Cruiser
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kesepuluh dalam tahun 2025, dan menangkap sepuluh orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 18 Desember 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Desember 2025
KPK Geledah Rumah Bupati Bekasi, Bawa Toyota Land Cruiser
Indonesia
KPK Beberkan Alasan Penyegelan Rumah Kajari Kabupaten Bekasi
Supaya tidak ada yang berubah, tidak ada yang memindahkan barang atau apa pun yang ada di ruangan tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
KPK Beberkan Alasan Penyegelan Rumah Kajari Kabupaten Bekasi
Indonesia
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara
Penyegelan dilakukan tiga penyidik KPK terhadap dua akses pintu ruang kerja bupati. Aksi tersebut berlangsung singkat dan disaksikan petugas keamanan setempat.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Bekasi Ade Kuswara
Indonesia
Rapor Merah KPK untuk Pemkab Bekasi, Alarm Keras Transaksional Jabatan
KPK memandang skor rendah ini sebagai sinyal serius bahwa upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Bekasi belum optimal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Rapor Merah KPK untuk Pemkab Bekasi, Alarm Keras Transaksional Jabatan
Indonesia
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
KPK memberikan perhatian khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan jajarannya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
Indonesia
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan, masyarakat perlu kehidupan yang layak
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Oktober 2025
TNI Diminta Sapu Bersih Ormas Preman yang Meresahkan dan Mengaku Terafiliasi Parpol
Indonesia
Gempa Bekasi, Belasan Kereta Jarak Jauh Terpaksa Berhenti Mendadak demi Keselamatan Penumpang
Menunggu petugas memeriksa kondisi prasarana perkeretaapian seperti jalan rel dan jembatan serta persinyalan di wilayah Daop 1 Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Gempa Bekasi, Belasan Kereta Jarak Jauh Terpaksa Berhenti Mendadak demi Keselamatan Penumpang
Indonesia
Gara-gara Gempa Bekasi Magnitudo 4,9, 8 Jadwal Whoosh Dibatalkan dan Penumpang Kebingungan
KCIC juga memberikan solusi alternatif bagi penumpang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Agustus 2025
Gara-gara Gempa Bekasi Magnitudo 4,9, 8 Jadwal Whoosh Dibatalkan dan Penumpang Kebingungan
Indonesia
Normalisasi Sungai di Bekasi Belum Efektif Kurangi Banjir, Ada 120 Tidak Yang Harus Diperbaiki
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir paling banyak terjadi di kawasan perumahan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perkampungan warga juga tidak luput dari banjir.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Normalisasi Sungai di Bekasi Belum Efektif Kurangi Banjir, Ada 120 Tidak Yang Harus Diperbaiki
Bagikan