Merahputih.com - Ahli Epidemiologi dan Informatika Penyakit Menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan saat ini Indonesia telah memiliki lebih dari 76.000 data penyelidikan epidemiologi COVID-19.
"Sampai hari ini kita telah memiliki lebih dari 76.000 data penyelidikan epidemiologi," kata Dewi dalam paparan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (24/6).
Baca Juga:
Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya
Dewi mengatakan data itu terhimpun dalam sistem terintegrasi Bersatu Lawan COVID (BLC) yang dapat diakses gugus tugas pusat hingga daerah, pemerintah pusat hingga daerah, kementerian serta lembaga.
Di dalam sistem BLC, sebagaimana dikutip Antara, juga terhimpun 245.000 data pasien COVID-19 di rumah sakit, 380.000 data pemeriksaan laboratorium, data logistik, hingga data mobilitas penduduk.
"Semua dapat kita lihat dalam dashboard yang sama," papar Dewi.
Baca Juga:
Pasar Grosir di Beijing Ditutup Setelah Dua Kasus Infeksi COVID-19
Dia mengatakan sistem Bersatu Lawan COVID merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi yang baik antara seluruh komponen gugus tugas. (*)