Indonesia Mampu Lalui Tahun Politik Jika...

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 07 Desember 2017
Indonesia Mampu Lalui Tahun Politik Jika...

Rektor Perbanas Institut Marsudi W Kisworo. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rektor Perbanas Institut Marsudi W Kisworo meyakini Indonesia akan mampu menjalani tahun politik dengan baik pada 2018. Untuk itu Pemerintahan Joko Widodo harus mampu memperbaiki kesenjangan ekonomi dan menyerap tenaga kerja di berbagai sektor.

Marsudi mengatakan, meski kesenjangan ekonomi berdampak pada tahun politik, tetapi Indonesia sudah berhasil memperbaiki gini rasio sebesar 1 persen menjadi 0,39 dengan harapan kesenjangan akan makin baik pada tahun depan.

Hanya saja dia berharap, pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan dengan cepat sehingga mampu mengurangi kesenjangan ekonomi dan menyerap tenaga kerja yang lebih massif.

Sedangkan dari sisi perbankan, dia berharap masalah terbesar berupa kesulitan penyaluran kredit bisa membaik. Dia mengaku, kalau dulu perbankan kelebihan likuidtas, sekarang malah uangnya banyak, tapi orang tak mau meminjam.

"Karena bisnis tak lancar, pertumbuhan kredit jadi menurun. Pengusaha lebih banyak menabung daripada menjalankan perusahaan," kata Marsudi dalam diskusi bertajuk 'Penurunan Daya Beli, Kerjaan Orang Politik atau Benar Adanya' di kampus Perbanas, Kamis (7/12).

Marsudi menilai, salah satu prasyarat perbaikan ekonomi adalah sehatnya sektor perbankan saat Indonesia memasuki tahun politik 2018 maupun untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Dony Priambodo mengatakan, meski opini publik menyebutkan telah terjadi penurunan daya beli masyarakat akhir-akhir ini, tetapi dia menyebutkan pendapat itu tidak benar.

Dia berpendapat, yang terjadi adalah perlambatan pertumbuhan daya beli. Bahkan pergeseran kebiasaan perdagangan tradisional ke bisnis online tidak berpengaruh secara signifikan.

"Saya tidak melihat ada kejadian luar biasa yang membuat daya beli menurun akhir-akhir ini," tandasnya.

Dia menambahkan, diperlukan kajian yang lebih dalam untuk melihat gejala penurunan daya beli karena sejauh ini pertumbuhan pendapatan terus terjadi sejak krisis ekonomi tahun 1998. (Pon)

#Ekonomi Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Berita
Menopang Ekonomi Nasional 2026, Waktunya Mengubah Tantangan Jadi Peluang
Ekonomi Indonesia 2026 kini berada di persimpangan. Kini, Indonesia berpeluang untuk menata fondasi ekonomi yang lebih kuat.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Menopang Ekonomi Nasional 2026, Waktunya Mengubah Tantangan Jadi Peluang
Indonesia
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan fondasi ekonomi domestik yang kuat.
Frengky Aruan - Minggu, 28 Desember 2025
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Indonesia
Sempat Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Minta Airlangga dan Rosan Bereskan Utang Whoosh
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta Airlangga dan Rosan Roeslani untuk menyelesaikan perkara utang Whoosh.
Soffi Amira - Kamis, 30 Oktober 2025
Sempat Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Minta Airlangga dan Rosan Bereskan Utang Whoosh
Indonesia
Pajak Bakal Naik saat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Menkeu Purbaya: Rakyat Pasti Senang
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bahwa pemerintah tidak akan menaikkan pajak. Hal itu tidak akan terjadi sebelum ekonomi tumbuh di atas 6 persen.
Soffi Amira - Selasa, 28 Oktober 2025
Pajak Bakal Naik saat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Menkeu Purbaya: Rakyat Pasti Senang
Indonesia
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Presiden Prabowo Subianto menyoroti ekonomi nasional yang tidak merata, meskipun tumbuh 5 persen dalam 7 tahun terakhir.
Frengky Aruan - Jumat, 15 Agustus 2025
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Indonesia
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Investor butuh kepastian kebijakan, sementara masyarakat butuh kepastian ekonomi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Maret 2025
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Indonesia
Legislator Golkar Dorong Koperasi sebagai Pelaku Utama Ekonomi Nasional
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menegaskan bahwa koperasi dan UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional yang perlu mendapat perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Desember 2024
Legislator Golkar Dorong Koperasi sebagai Pelaku Utama Ekonomi Nasional
Indonesia
Gerindra DIY Sebut Kenaikan UMP Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Gerindra menyebutkan, kenaikan UMP telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Soffi Amira - Sabtu, 30 November 2024
Gerindra DIY Sebut Kenaikan UMP Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Indonesia
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
BPS juga tunjukkan Rasio Gini kita lima tahun terakhir stagnan di angka 0,379-0,381
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 Oktober 2024
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Prabowo Diharap Bawa Peringkat Ekonomi Indonesia 'Meroket'
Di antara negara-negara dengan ekonomi besar, di tahun itu Indonesia akan bergabung dengan Cina, India, dan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 20 Oktober 2024
Prabowo Diharap Bawa Peringkat Ekonomi Indonesia 'Meroket'
Bagikan