Indonesia Harus Lakukan Langkah Cepat Hentikan Arus Modal Keluar Akibat Israel-Iran Memanas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 April 2024
Indonesia Harus Lakukan Langkah Cepat Hentikan Arus Modal Keluar Akibat Israel-Iran Memanas

Pecahan seratus ribu rupiah di atas uang dolar AS, pada pusat uang tunai sebuah bank di Jakarta. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rudal Israel dikabarkan telah menghantam sebuah lokasi di Iran. Pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CBS News dan ABC News bahwa Israel menggunakan rudal balistik untuk menyerang Iran.

Peneliti ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf R Manilet mengatakan konflik Iran dan Israel yang memanas, meningkatkan arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.

Baca juga:

Israel Serang Iran, Ledakan Terjadi di Dekat Bandara Isfahan

"Ketika investor menempatkan dananya dari yang tadinya di emerging market ke pasar yang lebih stabil seperti Amerika Serikat maka arus keluar dari modal tentu akan terjadi," kata Yusuf.

Salah satu dampak yang bisa muncul adalah nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan dari periode capital outflow tersebut.

Yusuf menuturkan, konflik geopolitik umumnya memberikan sentimen negatif terutama untuk pasar keuangan karena bisa memicu periode ketidakpastian dalam dinamika perekonomian global.

Konflik tersebut juga dapat memicu kenaikan harga komoditas yang akan memberikan dampak tidak hanya ke negara-negara emerging market tetapi juga ke negara maju sehingga dapat berimbas pada prospek pertumbuhan ekonomi global.

Kondisi itu, kata ia, menjadi sentimen yang tidak begitu baik terutama bagi psikologi investor di pasar keuangan. Umumnya, para investor akan mencari tempat di mana mereka bisa menempatkan dananya lebih aman dan lebih stabil.

Oleh karena itu, pilihan negara-negara safe haven seperti Amerika Serikat menjadi pilihan yang cenderung dipilih oleh investor saat ini ketika terjadi instabilitas imbas konflik geopolitik.

"Pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan perlu melakukan berbagai langkah yang diperlukan untuk menahan capital outflow dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," katanya dikutip Antara. (*)

Baca juga:

Iran: Krisis Timur Tengah Berakhir Jika Israel Angkat Kaki dari Jalur Gaza

#Israel #Iran #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Olahraga
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Tak sekadar menang telak 3-0 di UEFA Nations League, skuad Republik Irlandia tunjukkan 4 aksi solidaritas berani bela Gaza untuk permalukan Israel!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
ShowBiz
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
IMDb mengubah data sejumlah film Israel menjadi Occupied Palestinian Territories. Namun, distribusi Israel mengajukan keberatan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
Aksi persekusi dipimpin langsung oleh provokator Propemerintah Mordechai David dan Roy Star.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Bagikan