Indonesia Defisit 2,8 Juta Ton Beras, Impor 600 Ribu Ton Beras Dipercepat
Ilustrasi - Beras di gudang Bulog Sulteng. ANTARA/Anas Masa
MerahPutih.com - Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sebanyak 1,3 juta ton. Cadangan beras merupakan carry over dari tahun 2023 dan jumlahnya melebihi target yang ditetapkan pemerintah yakni 1,2 juta ton. Stok CBP itu, menjadi bantalan sebelum panen raya yang diperkirakan terjadi pada April mendatang.
Namun, dengan cadangan tersebut, Indonesia defisit persediaan beras nasional sekitar 2,8 juta ton akibat dampak El Nino pada Januari hingga Februari 2024 dan akan dipenuhi melalui program impor beras.
Baca Juga:
Bulog Ogah Naikkan HET Beras Biar Rakyat Tidak Gelisah
"Dua bulan itu akibatnya El Nino, Januari-Febuari kita kekurangan sekitar 2,8 juta ton. Tapi akan cover dengan yang carry over 2023 dan importasi yang masuk di 2024," kata Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi usai menghadiri agenda rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (18/1).
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) gap sekitar 2,8 juta ton beras dihitung berdasarkan angka kebutuhan beras rata-rata nasional sekitar 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan dengan kemampuan produksi di awal Januari yang kurang dari 1 juta ton akibat dampak El Nino.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui impor sekitar total 2 juta ton beras yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand dengan syaratn harga di tingkat petani tetap dijaga baik.
"Jadi balance itu mudah-mudahan bisa di-cover," katanya.
Selain impor beras dari sejumlah produsen di Vietnam dan Thailand, Bapanas juga akan menindaklanjuti hasil lobi Presiden Jokowi kepada sejumlah kepala negara terkait tambahan impor beras, dalam sejumlah kesempatan pertemuan bilateral.
"Kami melaporkan bahwa akan follow up beberapa yang sudah dengan Pak Presiden, tapi ada catatan masuknya kalau boleh sebelum panen raya sudah harus masuk," ujarnya.
Arief optimistis persediaan beras di tanah air akan mencukupi untuk kebutuhan di awal tahun ini melalui program importasi maupun cadangan beras yang diperoleh dari hasil panen nasional.
Presiden Jokowi memperoleh komitmen tambahan impor beras total 2 juta ton dari hasil lobi dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin saat agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perayaan 50 tahun ASEAN – Jepang di Tokyo, Jepang, Minggu (17/12/2023).
Selain itu, Indonesia juga memperoleh komitmen tambahan 1 juta ton beras dari India melalui peran Badan Urusan Logistik (Bulog).
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, dalam rapat tersebut pemerintah memutuskan untuk mempercepat importasi beras sebanyak 600 ribu ton yang merupakan sisa dari penugasan impor tahun lalu, selain penugasan impor sebanyak 2 juta ton beras untuk 2024.
Pemerintah juga melakukan persiapan untuk operasi pasar, terutama untuk pengawasan distribusi beras kategori stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
"Walaupun Idul Fitri masih lama tetapi persiapannya dari jauh hari sudah mulai dibahas," katanya. (Knu)
Baca Juga:
KPK Periksa Sekda Jawa Timur Saksi Kasus Korupsi Bansos Beras
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Satgas Pangan Pastikan Tindak Pedagang Jual Kebutuhan Pokok di Atas HET
Bulog dan Bapanas Bakal Dileburkan
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg