Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Dokumentasi - Sejumlah kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram. ANTARA/HO-Humas Bulog
MerahPutih.com - Pemerintah menetapkan sistem satu Harga untuk beras Bulog di seluruh Indonesia, seperti penetapan satu harga BBM.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menetapkan margin penugasan Perum Bulog sebesar 7 persen untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Penetapan margin penugasan tersebut menjadi bagian dari penguatan instrumen kebijakan pangan, termasuk mendukung upaya penerapan kebijakan beras satu harga secara nasional.
“Dihitung bersama Kementerian Keuangan dan BPKP, (margin penugasan Bulog) disetujui 7 persen. Itu utamanya untuk menjamin agar harga beras bisa satu harga di seluruh Indonesia,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) bidang pangan di Jakarta, Senin (12/1).
Baca juga:
DPR Dorong Swasembada Pangan Meluas, Termasuk Mandiri Jagung, Kedelai, dan Protein Hewani
Penguatan margin penugasan diperlukan karena selama ini ruang pembiayaan operasional Bulog relatif terbatas, terutama untuk mendukung distribusi beras ke wilayah dengan biaya logistik tinggi.
Penguatan peran Bulog dinilai penting agar distribusi beras dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan Indonesia Timur, sehingga disparitas harga antardaerah dapat ditekan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan dukungan margin penugasan tersebut sebagai bentuk penguatan terhadap peran Bulog.
"Dalam rakortas sudah diputuskan dukungan margin fee 7 persen. Kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Pak Presiden, Pak Menko dan para menteri," ungkap Rizal.
Besaran margin tersebut merupakan hasil penyesuaian dari usulan awal Bulog sebesar 10 persen, setelah mempertimbangkan kebutuhan operasional dan kondisi logistik nasional.
Rizal menyebutkan karakteristik distribusi pangan di Indonesia yang tersebar di banyak pulau, sehingga membutuhkan biaya transportasi yang lebih tinggi dibandingkan negara dengan wilayah daratan yang menyatu.
"Distribusi Bulog itu dari Sabang sampai Merauke, menggunakan kapal dan pesawat. Biaya operasionalnya tentu tinggi,” tutur Rizal.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Di Hadapan Petani Prabowo Bicara Soal Tuduhan Bakal Jadi Diktator dan Ambisi Berkuasa
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Update Harga Pangan Nasional 2 Januari: Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas', Telur Ayam Ras Ikut Naik
Update PIHPS 1 Januari 2026: Semua Kompak Naik! Harga Cabai, Bawang, Hingga Telur Ayam Bikin Dompet Menjerit
Update Harga Komoditas Pangan Jumat (26/12): Cabai Rawit Merah Makin 'Pedas' di Kantong!
Harga Daging Naik di Jakarta, Pemerintah Didesak Gelar Operasi Pasar
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah