Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Ilustrasi. ANTARA/HO-Humas Ditjen PKH Kementan
MERAHPUTIH.COM - DEMI memenuhi kebutuhan daging sapi untuk warga Jakarta di 2026, Pemerintah DKI akan membeli sapi dari Australia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya bakal mengimpor 7.500 ekor sapi hidup dari 'Negeri Kangguru' dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi untuk tahun ini. Kebijakan ini dilakukan sekaligus sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan rencana impor di tahun ini masih menunggu penerbitan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Rekomendasi impor sapi sudah dimunculkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan proses administrasi persetujuan di Kemendag masih berjalan.
"Untuk saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian," kata Raditya kepada wartawan, Rabu (14/1).
Menurutnya, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin pada tahun sebelumnya. Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, proses pembelian sapi akan dapat dimulai pada Februari. Waktu kedatangan sapi hidup diperkirakan sekitar dua hingga tiga minggu setelah transaksi dilakukan.
Baca juga:
Pemerintah Tidak Lagi Berlakukan Batasan Kuota Impor Sapi Hidup Demi Ketahanan Pangan
Ia menyampaikan impor sapi akan dilakukan bertahap, menyesuaikan dengan kapasitas kandang yang dimiliki. "Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor," ujarnya.
Kendati demikian, Perumda Dharma Jaya saat ini mencari lahan lain untuk perluasan kandang yang mampu menampung sekitar 1.000 ekor sapi hidup. Ia menjelaskan lahan kandang di Serang tidak memungkinkan diperluas lagi sebab lokasi tersebut peruntukan lahannya sudah ditetapkan sebagai kawasan agrowisata. Raditya mengatakan skema pembelian sapi impor dilakukan berkala setiap tiga bulan. Saat ini, stok sapi milik Perumda Dharma Jaya hampir sepenuhnya terserap pasar.
"Alhamdulillah, stok sapi kami sebelumnya habis. Saat ini masih tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk persiapan bulan puasa," katanya.
Raditya mengungkapkan Perumda Dharma Jaya melayani permintaan sapi dari berbagai wilayah, antara lain Jakarta, Bogor, Serang, serta sejumlah daerah di Jawa Barat. Permintaan sapi impor ini didorong kebutuhan para pedagang yang mempertimbangkan faktor genetik dan kualitas sapi impor yang berbeda ketimbang sapi lokal.
"Kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Melalui langkah impor bertahap dan penguatan infrastruktur kandang, Perumda Dharma Jaya berkomitmen terus mendukung ketahanan pangan daerah serta memastikan ketersediaan daging sapi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
1.000 Ton Daging Sapi Dsiapkan Untuk Perayaan Nataru di Jakarta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026
El Clasico Barcelona vs Real Madrid Siap Digelar di Jakarta, Gubernur Pramono Siap Berikan Dukungan
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada