Sains

Ilmuan Kembangkan Pil Pengganti Olahraga, Cocok Buat Pemalas

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 19 Maret 2024
Ilmuan Kembangkan Pil Pengganti Olahraga, Cocok Buat Pemalas

Ilmuan kembangkan senyawa baru untuk bikin pil pengganti olahraga. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ilmuan di Washington University School of Medicine di St. Louis, AS, telah menemukan senyawa kimia baru yang bermanfaat untuk membuat tubuh berefek mirip berolahraga.

Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan musim semi American Chemical Society (ACS) 17-21 Maret 2024.

"Sebuah pil yang mengandung bahan kimia ini dapat meniru efek olahraga pada metabolisme dan pertumbuhan sel otot, kata para peneliti, dan oleh karena itu mengimbangi potensi atrofi dan kelemahan otot pada orang yang tidak dapat berolahraga karena alasan medis, atau memiliki penyakit yang menyebabkan pengecilan otot," tulis newsweek.com (18/3).

Menurut para penemu senyawa tersebut, tak semua orang bisa berolah raga.

“Banyak orang tidak bisa berolahraga dan itulah mengapa berolahraga dalam bentuk pil bisa sangat bermanfaat untuk meniru atau meningkatkan efek olahraga bagi orang-orang yang menua, bagi orang-orang dengan penyakit tertentu atau yang menghadapi kehilangan otot karena penggunaan obat-obatan lain," kata Bahaa Elgendy, salah satu peneliti temuan tersebut.

Baca juga:

Riset Neurosains Ungkap Mengapa Manusia Mudah Terdistraksi

Olahraga memicu perubahan metabolisme pada otot dengan mengaktifkan protein khusus yang disebut reseptor terkait estrogen (ERRs), yang terdiri dari tiga jenis: ERRα, ERRβ, dan ERRγ.

Senyawa yang dikembangkan oleh Elgendy dan timnya, yang mereka usulkan untuk digunakan dalam pil, diberi nama SLU-PP-332, dan mampu mengaktifkan ketiga jenis ERR, sehingga meniru efek olahraga pada protein tersebut.

ERRα adalah protein paling penting untuk diaktifkan, karena mengatur adaptasi stres akibat olahraga pada otot, serta proses fisiologis penting lainnya.

Para ilmuwan mengembangkan senyawa baru yang bekerja lebih baik daripada SLU-PP-332 dan mengoptimalkannya untuk stabilitas dan potensi toksisitas yang rendah.

“Sekali lagi, saya tidak menganjurkan untuk mengganti olah raga atau apa pun, tapi setidaknya bagi orang-orang yang malas seperti saya, mereka bisa mendapatkan manfaat dari obat-obatan ini," sebut Elgendy.

Pil ini juga diniatkan sebagai obat kondisi tertentu seperti penurunan fungsi ginjal, gagal jantung, obesitas, alzheimer, dan distrofi otot Duchenne.

"Saya tidak 100 persen yakin bahwa ini bisa menjadi obat untuk penyakit-penyakit ini, tapi ini bisa setidaknya membantu beberapa orang, beberapa anak-anak, beberapa orang dewasa untuk meningkatkan kualitas hidup," harap Elgendy. (dru)

Baca juga:

Ilmuan Temukan Virus di Palung Mariana

#Sains #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Bagikan