MerahPutih.com - Otak manusia berfungsi untuk memfokuskan perhatian pada informasi, lalu mengendalikannya. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bagaimana cara kerja otak dapat berfokus pada informasi dan menyaringnya.
Belakangan, penelitian terbaru dari ahli neurosains di Carney Institute for Brain Science di Brown University mengungkapkan bagaimana otak mengoordinasi dua fungsi penting tersebut hingga menyebabkan manusia sering terdistraksi (teralihkan fokusnya).
“Dengan cara yang sama kita menyatukan lebih dari 50 otot untuk melakukan tugas fisik seperti menggunakan sumpit, penelitian kami menemukan bahwa kita dapat mengoordinasikan berbagai bentuk perhatian untuk melakukan tindakan ketangkasan mental,” kata Harrison Ritz, seorang peneliti di Brown University, seperti dikutip newsweek (8/3).
Para peneliti mengambil sejumlah sampel dari peserta yang diminta melakukan serangkaian tugas kognitif. Aktivitas otak mereka kemudian diukur menggunakan mesin fMRI.
Baca juga:
Sains: Perempuan Bisa Ketahui Pria Lajang dari Aroma Tubuhnya
Tugas peserta adalah mengamati kumpulan titik-titik hijau dan ungu yang berputar-putar dan mereka diminta untuk membedakan antara pergerakan dan warna titik-titik tersebut.
Dalam satu tugas, peserta diberikan skenario dengan jumlah titik hijau dan ungu yang sama, tapi beberapa titik bergerak jauh lebih cepat dibandingkan titik lainnya. Peserta kemudian diminta untuk memutuskan warna mana yang mewakili proporsi lebih besar dari titik-titik yang bergerak cepat.
Dua bagian otak bekerja sama selama tugas ini: sulcus intraparietal dan korteks anterior cingulate.
Sulcus bekerja memfokuskan perhatian dan memanipulasi informasi dalam memori otak, sedangkan korteks anterior cingulate berperan dalam pengambilan keputusan, pembelajaran, dan motivasi.
“Anda dapat membayangkan sulkus intraparietal serupa dua tombol di pemutar radio: satu yang mengatur fokus dan satu lagi yang mengatur penyaringan,” kata Ritz.
Dalam penelitian mereka, anterior cingulate cortex melacak apa yang terjadi dengan titik-titik tersebut. Ketika anterior cingulate cortex menyadari bahwa gerakan membuat tugas menjadi lebih sulit, ia mengarahkan sulkus intraparietal untuk menyesuaikan tombol penyaringan untuk mengurangi kepekaan terhadap gerakan.
Dalam skenario ketika titik-titik ungu dan hijau hampir mencapai 50/50, anterior cingulate cortex mungkin juga mengarahkan sulkus intraparietal untuk menyesuaikan tombol fokus guna meningkatkan sensitivitas terhadap warna.
Sekarang bagian otak yang relevan menjadi kurang sensitif terhadap gerakan dan lebih sensitif terhadap warna yang sesuai, sehingga peserta lebih mampu membuat pilihan yang tepat.
Ritz mengatakan, temuan ini menantang kesalahpahaman umum tentang otak manusia dan konsentrasi.
“Ketika orang berbicara tentang keterbatasan pikiran, mereka sering mengartikannya sebagai 'manusia tidak memiliki kapasitas mental' atau 'manusia tidak memiliki daya komputasi,'” kata Ritz.
Temuan ini mendukung perspektif berbeda tentang mengapa manusia tidak fokus sepanjang waktu. Bukan karena otak terlalu sederhana, tapi justru karena kerja otak sangat rumit. Koordinasilah yang sulit. (dru)
Baca juga: