IIDI Kampanyekan Antiplastik di Pasar-Pasar Tradisional

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 25 Oktober 2019
IIDI Kampanyekan Antiplastik di Pasar-Pasar Tradisional

Puluhan anggota Istri Doktër Indonesia (IIDI) blusukan kampanye anti plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/10). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Puluhan istri dokter yang tergabung dalam Ikatan Istri Doktër Indonesia (IIDI) blusukan ke Pasar Gede, Kelurahan Sudiriprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, menggelar kampanye antiplastik, Jumat (25/10).

Dalam kampanye tersebut, IIDI membagikan 1.000 tas kain kepada para pengunjung pasar yang sedang berbelanja di pasar tradisional.

Baca Juga:

Coca-Cola Inovasikan Botol dari Sampah Plastik di Lautan

Ketua IIDI Solo Sri Mulyaningsih Prasetyadi mengatakan, aksi ini sebagai bentuk keprihatinan IIDI terhadap masih tingginya limbah plastik di Indonesia. Selain Pasar Gede, kegiatan serupa juga dilakukan di Pasar Ledoksari, Jebres, Pasar Harjodaksino, Pasar Nongko dan Pasar Kadipolo.

Puluhan anggota Istri Doktër Indonesia (IIDI) blusukan kampanye anti plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/10). (MP/Ismail)
Puluhan anggota Istri Doktër Indonesia (IIDI) blusukan kampanye anti plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/10). (MP/Ismail)

"Pembagian tas tersebut merupakan rangkaian Kegiatan Bulan Bakti Isteri Dokter 2019 yang dimulai sejak awal bulan. Makna pembagian tas kain ini adalah untuk merawat bumi kita dari sampah plastik," ujar Sri kepada merahputih.com

Ia menjelaskan, data internasional menyebut Indonesia masuk peringkat kedua penghasil sampah plastik setelah Tiongkok. Ini sangat mengkhawatirkan untuk kelangsungan generasi penerus bangsa.

Baca Juga:

Alasan Mikroplastik Mengancam Manusia Terutama di Indonesia

"Kami berharap pemerintah pusat dan daerah ikut menggaungkan kampanye gerakan tanpa plastik. Minimal masyarakat harus bisa mengurangi penggunaan plastik agar tidak timbul pencemaran," kata dia.

Seorang pembeli di Pasar Gede, Burhan (39) mengaku senang dapat tas kain gratis berukuran besar. Ia mengapresiasi langkah IIDI dalam melakukan kampanye anti plastik.

"Saya sarankan aksi ini harus digencarkan karena masih banyak pedagang menggunakan tas plastik untuk membungkus barang dagangan," kata dia. (Ism)

Baca Juga:

Korek Kuping Plastik Dilarang Dijual di Skotlandia, Alasannya Sangat Mengejutkan!

#Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Peduli Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
GRID Cardio Rush mendapat apresiasi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
Lifestyle
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
GRID Fitness Hub menanam 1.500 bibit pohon di kaki Gunung Gede Pangrango, Sabtu (15/8).
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Namun, keberanian itu harus dibarengi dengan transparansi alokasi dana denda agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
ShowBiz
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Synchronize Fest konsisten menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif aktivitas urban.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
Pagi ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Kualitas udara di Jakarta terburuk kedua di dunia, Sabtu (23/8) pagi. Jakarta berada di angka 177 atau masuk kategori tidak sehat.
Soffi Amira - Sabtu, 23 Agustus 2025
Pagi ini, Kualitas Udara di Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Indonesia
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Riza Chalid, selaku pemilik manfaat PT Orbit Terminal Merak, merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Agustus 2025
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Indonesia
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Kalpataru Lestari kepada 12 pejuang lingkungan dari berbagai daerah.
Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 05 Juni 2025
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Indonesia
Budidaya Larva Black Soldier Fly Antarkan Nasabah PNM Mekaar ke Penghargaan Mata Lokal Award 2025
Ema Suranta raih penghargaan Local Ace in Organic Waste Transformation dalam ajang Mata Lokal Award 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Mei 2025
Budidaya Larva Black Soldier Fly Antarkan Nasabah PNM Mekaar ke Penghargaan Mata Lokal Award 2025
Bagikan