Kesehatan

[HOAKS atau FAKTA]: Makan Buah saat Perut Kosong Sembuhkan Kanker

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 14 September 2020
[HOAKS atau FAKTA]: Makan Buah saat Perut Kosong Sembuhkan Kanker

Makan buah saat perut kosong tidak sembuhkan kanker (Foto: Pexels/Ponyo Sakana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKUN Facebook Arfan Aprianto mengunggah informasi yang menyebutkan bahwa makan buah saat perut kosong dapat menyembuhkan kanker. Disebutkan bahwa klaim tersebut berasal dari dokter Stephen Mak dan dokter Herbert Shelton.

Baca juga:

Kabar Baik! Kini Kanker Bisa Sembuh Dalam Sekejap

Isi konten Facebook tersebut seperti ini:

Tolong menyempatkan baca ya….artikel yang bagus, agar tidak terkena kanker

*MAKAN BUAH SAAT PERUT KOSONG*

Dokter STEPHEN MAK merawat pasien kanker stadium akhir dengan cara unik. Banyak pasiennya sembuh. “Ini merupakan strategi saya untuk menyembuhkan kanker. Tingkat keberhasilannya 80 persen,” tegas Mak.

Pasien kanker seharusnya tidak mati. Terapi anti kanker sudah ditemukan yakni makanlah buah-buahan saat perut kosong atau sangat lapar. "Saya mohon maaf kepada ratusan pasien kanker yang telah meninggal akibat pengobatan konvensional," pungkasnya.

TIPS MAKAN BUAH yang TEPAT

*Hindarilah* makan buah setelah makan nasi dan lauk. Cara ini sangat dilarang atau ‘haram,’ jikalau Anda ingin bebas dari serangan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Jika Anda makan buah saat perut kosong, maka detoksifikasi sistem tubuh Anda meningkat berkali-kali lipat. Problem kelebihan berat badan dan penyakit mematikan lainnya teratasi.

DAHSYATnya BUAH-BUAHAN

Jika Anda makan nasi, lalu menyusul buah, maka buah dicegah oleh nasi sebelum menuju usus. Nasi dan buah membusuk, berfermentasi, dan berubah menjadi asam. Tubuh yang sangat asam penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Saat buah bersentuhan dengan nasi di usus, maka seluruh massa nasi perlahan rusak. Jadi, silakan makan buah saat perut kosong atau sebelum makan nasi dan lauk.

EFEK SALAH MAKAN BUAH

Mungkin Anda pernah mendengar keluhan yakni setiap kali makan semangka, ada orang menderita sendawa, ketika makan durian perutnya kembung, ketika makan pisang rasanya segera ke toilet, dan lainnya. Kondisi ini tidak bakal terjadi, jikalau Anda makan buah apa saja saat perut kosong. Karena buah-buahnya bercampur dengan pembusukan makanan lain, sehingga menghasilkan gas dalam usus.

Rambut uban, rambut rontok, botak, gugup, dan lingkaran hitam di bawah mata tidak akan terjadi, jikalau Anda makan buah saat perut kosong.
"Jeruk dan lemon bersifat asam, tetapi menjadi alkalin (basa) di dalam tubuh, jikalau dimakan saat perut kosong," ulas dokter HERBERT SHELTON yang melakukan riset khusus tentang asam basa tubuh.

BUAH UMUR PANJANG dan SEHAT

Jika Anda menguasai cara makan buah yang benar, maka Anda memiliki rahasia keindahan tubuh, umur panjang, kesehatan, vitalitas, kebahagiaan, dan berat badan ideal'

Nah, kira-kira benar tidak ya klaim konten tersebut? Yuk cek faktanya.

Cek Fakta

Menurut Mafindo isu buah dimakan saat perut kosong sembuhkan kanker ialah isu lama (Foto: Pexels/Trang Doan)

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), diketahui bahwa isu tersebut merupakan isu lama yang sudah pernah diperiksa faktanya.

Pengecekan isu tersebut dilakukan di laman hoaxorfact.com pada 2016 dengan judul artikel periksa fakta Eating Fruits on Empty Stomach Cures Cancer and Other Health Issues: Fact Check. Lalu, hoaxes.id melakukan pemeriksaan fakta isu tersebut pada 2017 dengan artikel berjudul Makan Buah Saat Perut Kosong Dapat Menyembuhkan Kanker: Hoax.

Kemudian, di turnbackhoax.id sudah diperiksa fakta pada 2019 dengan artikel berjudul [SALAH] Makan Buah Saat Perut Kosong Bisa Sembuhkan Kanker.

Berdasarkan hasil periksa fakta ketiga laman tersebut, isu tersebut awalnya beredar melalui email yang muncul dari sebuah artikel lama di situs epicureanworld.com.sg. Artikel tersebut ditulis pada 1998 oleh Devagi Sanmugam, koki dan penulis kuliner yang tinggal di Singapura.

Baca juga:

Pare, Si Pahit yang Mampu Membunuh Sel Kanker

Pada artikel berjudul We all think eating fruits means just buying fruits… menyebutkan buah-buahan harus dimakan pada kondisi perut kosong. Artikel tersebut tanpa menyebutkan nama Dr Stephen Mak (namun menyebutkan nama Dr Herbert Shelton).

Herbert Shelton bukan dokter (Foto: Pexels/Pixabay)

Artikel itu tidak menyebutkan buah dapat menyembuhkan kanker. Serta tidak menyebutkan daftar buah-buahan untuk diet sehat yang disarankan selama tiga hari untuk membersihkan atau detoksifikasi tubuh.

Adapun, nama Herbert Shelton bukan seorang dokter, ia merupakan seorang naturopath Amerika, advokat pengobatan alternatif, dan penulis. Ia pernah beberapa kali ditangkap dan dipenjara sekaligus didenda atas beberapa tuduhan, seperti praktek kedokteran tanpa lisensi.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. (knu)

Baca juga:

Mencegah Kanker Kolorektar dengan Makanan Sehat

#Kanker #Buah #Penyakit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Lifestyle
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Moderna cancer vaccine berbasis mRNA menunjukkan hasil positif dalam uji fase 3 untuk melanoma. Simak cara kerja dan peluangnya untuk kanker lain.
ImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Bagikan