MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkapkan, bahwa terjadi lonjakan kasus ISPA sekitar 15,7 persen di ibu kota.
Menurut Ani , data tersebut merupakan pola musiman tiap tahunnya.
Baca juga:
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Kasus ISPA Bukan dari Influenza A
Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dari Puskesmas yang ada di Jakarta.
Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen.
kata Ani, Selasa (22/9)
Ani menegaskan, peningkatan kasus ISPA ini tidak bisa disimpulkan menjadi indikator naiknya kasus influenza A di Jakarta.
Berdasarkan data kunjungan rumas sakit melalui Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Onlie) belum dapat dikatakan terjadi lonjakan yang yang signifikan.
"Namun, peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta berarti seluruhnya disebabkan oleh Influenza A, karena ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko dan kuman penyebab," ucapnya.
Baca juga:
Influenza Masih Mengancam, Ahli: Vaksin Trivalent Jadi Kunci Perlindungan
Warga Jakarta Diminta tak Panik soal Kasus ISPA
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak panik, kemudian tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, menerapkan etika batuk.
Masyarakat juga diminta untuk pola hidup sehat agar daya tahan tubuh dapat terjaga dengan baik.
"Serta menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi seimbang, cukup minum, dan cukup istirahat," tutupnya. (Asp)