Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina

Ilustrasi pekerja lab di Rusia meninggal diduga terinfeksi penyakit Pes. Foto: Unsplash/ Julia Koblitz

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebanyak ratusan orang telah dikarantina di Siberia, Rusia, setelah seorang petugas laboratorium meninggal dunia akibat dugaan penyakit 'pes.'

Seorang pegawai di Institut Penelitian Anti-Pes di Shelekhov, Darya Shipilova, terpapar bakteri tersebut setelah secara tidak sengaja memecahkan tabung reaksi berisi patogen ketika sedang mengambil sampel, menurut laporan Kyiv Independent.

Ia dirawat di rumah sakit pada 29 September 2026 lalu karena mengalami pneumonia parah yang tidak diketahui penyebabnya. Ia juga dipasangi ventilator, tetapi meninggal dunia tak lama kemudian.

Baca juga:

Mengenal Hantavirus, Penyakit Langka nan Mematikan yang Ditularkan Tikus

Sejumlah Rumah Sakit di Irkutsk Ditutup

Hampir 200 orang dikarantina di rumah sakit kota Irkutsk
Hampir 200 orang dikarantina di rumah sakit kota Irkutsk. Foto: Unsplash/Vasiliy Nikitin

Media independen Rusia, Lyudi Baikal, melaporkan bahwa sejumlah rumah sakit di kota Irkutsk telah ditutup untuk menjalani karantina selama tiga minggu.

Surat kabar tersebut melaporkan, setidaknya 197 orang yang diduga melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan teknisi itu telah ditempatkan dalam isolasi medis. Lebih dari 100 orang saat ini sedang dipantau di bangsal rumah sakit.

Pada saat yang sama, otoritas setempat telah menerapkan langkah-langkah karantina ketat di seluruh wilayah tersebut, yang mencakup Rumah Sakit Distrik Shelekhov, fasilitas bersalin di dekatnya, serta pabrik aluminium setempat.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengimbau warga untuk tetap tenang. Ia bahkan menulis di Telegram, jika komisi penanggulangan epidemi telah mengadakan pertemuan untuk membahas dugaan kasus infeksi yang sangat berbahaya.

Baca juga:

Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai

Meskipun pernyataan publiknya tidak menyinggung kematian pekerja tersebut, Kobzev menyatakan bahwa semua orang yang teridentifikasi kontak erat tidak menunjukkan gejala dan telah dinyatakan negatif dalam tes.

Aparat penegak hukum Rusia dilaporkan telah memulai penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja laboratorium.

Mantan kepala Rospotrebnadzor, Gennady Onishchenko, meremehkan risiko tersebut dalam komentarnya kepada kantor berita negara TASS.

Ia menyatakan bahwa infeksi di wilayah Irkutsk, kemungkinan besar bukan pes. Namun, seandainya pun terkonfirmasi, penyakit ini tidak akan menyebar.

Onishchenko menambahkan, penularan secara luas kecil kemungkinannya terjadi. Hal itu seraya mencatat bahwa suhu udara yang lebih dingin pada musim ini akan membantu membendung potensi penyebaran.

Penyebab Meninggalnya Pekerja Lab di Rusia Masih Misterius

Penyebab pekerja lab di Rusia meninggal dunia
Penyebab pekerja lab di Rusia meninggal dunia. Foto: Unsplash/Testalize.me

Sementara itu, pemimpin Republik Buryatia, Alexey Tsydenov, menyatakan bahwa wanita tersebut meninggal akibat penyakit pes. Namun, ia mengubah unggahannya dengan menyebut bahwa ia "kemungkinan" terinfeksi penyakit tersebut.

Dikarenakan fasilitas tersebut menangani patogen berbahaya, insiden ini memicu spekulasi bahwa penyakit yang dimaksud adalah pes pneumonik, yakni salah satu dari tiga varian yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.

Berbeda dengan pes bubonik dan septisemik, yang umumnya menular ke manusia melalui gigitan kutu atau kontak dengan hewan yang terinfeksi, pes pneumonik menyerang paru-paru secara langsung. Kemudian, dapat menyebar dengan mudah melalui percikan pernapasan di udara.

Baca juga:

Wabah Ebola Merebak di Kongo, 2.476 Orang Meninggal Dalam 20 Hari

Menurut pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, pasien yang terinfeksi pes pneumonik biasanya mengalami demam, sakit kepala, dan kelemahan fisik yang muncul secara cepat.

Hal itu juga disertai gangguan pernapasan parah, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, serta keluarnya lendir yang encer atau bercampur darah.

WHO Sebut Virus 'Pes' Masih Bisa Ditangani

WHO peringatkan tingkat kematian penyakit Pes
WHO peringatkan tingkat kematian penyakit Pes. Foto: Dok. WHO

Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak ditangani, tetapi masih bisa ditangani melalui pemberian antibiotik sejak awal dan penerapan langkah-langkah pengendalian infeksi standar.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan, pihaknya mengetahui adanya kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut di Rusia.

Kami memantau situasi ini secara saksama bersama CDC dan mitra antarlembaga kami lainnya.

ujar juru bicara tersebut

"Banyak perincian yang belum terkonfirmasi. Kami mendesak pihak berwenang Rusia untuk segera dan secara terbuka membagikan informasi yang akurat," tambahnya. (sof)

#Wabah PES #Virus #Penyakit #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Bagikan