Merahputih.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia, Senin (28/9) waktu setempat.
Seperti dikabarkan AFP, kebijakan ini menjadi penambahan personel keempat yang dilakukan Moskow sepanjang 2026, di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.
Baca juga:
Putin Memandang Indonesia sebagai Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia Pasifik
Dekret tersebut tidak menjelaskan alasan penambahan personel. Sebelumnya, Putin juga menandatangani kebijakan serupa pada Maret, Juni, dan Juli.
Putin sebelumnya memerintahkan mobilisasi pasukan cadangan pada 2022 setelah Rusia mengalami sejumlah kemunduran di medan perang. Namun, hingga kini belum ada pengumuman mengenai mobilisasi umum baru.
Zelensky Klaim 10.000 Tentara Korut Disiapkan
Pada waktu hampir bersamaan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Korea Utara sedang mempersiapkan tambahan 10.000 tentara untuk dikirim ke Rusia.
Zelensky mengatakan lebih dari 8.000 tentara Korea Utara saat ini berada di wilayah Rusia.
Baca juga:
Personel tambahan tersebut sedang diseleksi untuk menjalani pelatihan sebelum dikerahkan ke Rusia. Klaim tersebut disampaikan Zelensky dengan menyebut adanya data intelijen terbaru.
Klaim mengenai keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina bukan hal baru. Ukraina dan Korea Selatan memperkirakan Pyongyang telah mengirim sekitar 14.000-15.000 tentara ke Rusia sejak 2024.
Korea Utara juga dilaporkan telah memberikan dukungan militer kepada Rusia, termasuk amunisi artileri, rudal balistik, sistem artileri jarak jauh, dan sistem peluncur roket.