Merahputih.com - Ancaman musim flu 2026 sudah di depan mata, jadi sekarang adalah momen paling krusial untuk membekali diri dengan vaksin flu sebelum masa puncaknya tiba.
Kamu perlu tahu jadwal suntik flu yang tepat agar antibodi tubuh siap bertempur menghadapi serangan virus yang diprediksi segera beredar.
Baca juga:
Influenza Masih Mengancam, Ahli: Vaksin Trivalent Jadi Kunci Perlindungan
Meski saat ini tingkat penyebarannya masih relatif rendah, persiapan musim flu tetap tak boleh disepelekan karena kasus biasanya mulai meroket di bulan Desember hingga puncaknya di musim dingin.
Oleh sebab itu, informasi krusial terkait strain virus flu terbaru dan terobosan medis seperti vaksin mFLUSIVA Moderna serta pemahaman tentang efek samping vaksin flu wajib banget kamu ketahui sedini mungkin.
Ancaman Strain Virus Flu Musim 2026-2027
Berkaca dari data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), musim flu periode 2025-2026 lalu sukses memicu sekitar 32 juta kasus penyakit dan merenggut 24.000 nyawa. Angka yang cukup bikin merinding, kan?
Untuk tahun ini, para ilmuwan merekomendasikan vaksin flu trivalen yang dirancang khusus untuk menangkal tiga strain virus utama yang diperkirakan bakal mendominasi:
-
Influenza A (H1N1)
-
Influenza A (H3N2)
-
Influenza B
Kapan Waktu Paling Pas Buat Suntik Vaksin Flu?

Dr. Darien Sutton, Koresponden Medis ABC News, menyarankan siapa saja yang sudah berusia di atas 6 bulan untuk segera mendapatkan suntikan vaksin pada rentang September hingga akhir Oktober.
Para ahli di luar negeri sering menggunakan istilah "flu before boo". Maksudnya, bereskan urusan vaksin flu sebelum perayaan Halloween (akhir Oktober) tiba.
Mereka selalu bilang 'flu before boo'. Alasannya adalah untuk mempersiapkan sistem kekebalan tubuhmu. Ingat, butuh waktu sekitar dua minggu untuk membentuk antibodi pelindung tersebut dan puncak musim flu biasanya terjadi di sekitar bulan Desember hingga Februari,
kata Sutton dalam wawancaranya di acara Good Morning America.
Senjata Baru Hadapi Virus: Vaksin mRNA mFLUSIVA
Kabar baik buat kalangan dewasa madya! Tahun ini, FDA telah memberikan lampu hijau untuk opsi vaksin flu mRNA baru khusus buat orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Vaksin yang diproduksi oleh Moderna ini diberi nama mFLUSIVA.
Vaksin mRNA memberikan instruksi pada sel tubuhmu untuk melatih sistem kekebalan,
jelas Sutton.
Secara umum, efek samping mFLUSIVA ini mirip-mirip dengan vaksin pada umumnya. Beberapa reaksi ringan yang mungkin muncul antara lain rasa kelelahan, nyeri otot dan sendi, serta sedikit rasa sakit di area bekas suntikan.
Kalau kamu punya trauma atau riwayat reaksi buruk terhadap vaksin suntik di masa lalu, tak perlu khawatir. Ada alternatif lain yang bisa dijajal, misalnya vaksin semprotan hidung (nasal spray) yang sudah disetujui untuk usia 2 hingga 49 tahun.
Jika kamu pernah mengalami reaksi atau gejala pada vaksin flu sebelumnya, periksa jenis vaksin apa itu. Ada banyak pilihan berbeda sehingga kamu bisa mengurangi kemungkinan mengalami reaksi parah jika sebelumnya pernah mengalaminya,
ujar Sutton.
Siapa Saja yang Sebaiknya Menghindari Vaksin Flu?
Walaupun sangat direkomendasikan untuk menekan angka penularan, ternyata tidak semua orang boleh sembarangan menerima vaksin flu.
Baca juga:
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Berdasarkan panduan dari CDC, kelompok di bawah ini sebaiknya menghindari vaksinasi:
-
Bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan.
-
Orang dengan riwayat alergi parah dan mengancam jiwa terhadap salah satu bahan pembuat vaksin flu (misalnya alergi gelatin, antibiotik tertentu, atau bahan lainnya).
-
Siapapun yang pernah mengalami reaksi alergi ekstrem usai disuntik vaksin flu di masa lalu.
Sebagai langkah paling aman, pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter langgananmu sebelum memutuskan jenis dan jadwal vaksin yang paling cocok buat kondisi tubuhmu. Jangan sampai niat sehat malah berujung gawat!