Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 03 September 2021
Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19

Ilustrasi pemilu. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pelaksanaan Pemilu 2024 nantinya jangan hanya sekedar menjadi instrumen demokrasi semata.

Melainkan juga harus dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat sehingga cita-cita Indonesia yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur tercapai.

Baca Juga

Enam Sosok 'King Makers' di Pilpres 2024

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti perbincangan seputar pelaksanaan pemilu 2024 yang semakin hari semakin menguat, membanjiri media massa dan media sosial.

Ia menyebut, perbincangan saat ini seolah-olah saat ini sudah memasuki masa kampanye.

"Padahal tahapan pemilu masih dalam pembahasan di parlemen, masih digodok oleh DPR, pemerintah bersama dengan penyelenggara pemilu," ungkapnya dalam webinar 'Memotret Persiapan Pemilu 2024: Tahapan, Strategi dan Prediksi' di Jakarta Jumat (3/9).

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo

Di saat bersamaan, justru muncul wacana jabatan presiden tiga periode, wacana pemunduran jadwal pemilu serta perpanjangan masa jabatan presiden. Berbagai isu tersebut tentu menimbulkan pertanyaan publik mana yang benar.

Selain itu, begitu banyak pertanyaan yang menghampiri publik terkait pelaksanaan pemilu 2024 nantinya.

Seperti skema penyelenggaraan pemilu di masa pandemi, bagaimana langkah penyelenggara dalam mencegah politik identitas yang diwarnai isu SARA, hingga masalah money politic dan berbagai modus Pelanggaran lainnya.

"Sejumlah tantangan tersebut tentu harus diantisipasi oleh pemerintah, DPR, maupun penyelenggara pemilu," beber Karyono.

Pelaksanaan pemilu sebagai instrumen demokrasi itu merupakan keniscayaan yang harus terus menerus dilaksanakan, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya evaluasi.

"Sudahkah esensi dari pemilu yaitu mempercepat kesejahteraan rakyat sudah terealisasi," tegas Karyono.

Ia menegaskan isu-isu Pemilu 2024 perlu dibahas sejak dini. Sebab, selain bursa calon presiden, jagat politik di Tanah Air kerap diwarnai berbagai wacana, termasuk ada yang menyangsikan pelaksanaan Pemilu 2024.

“Sekarang sudah banyak isu, mulai bursa capres hingga kabar Pemilu 2024 diundur, apalagi pandemi COVID-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir juga menjadi sorotan,” kata Karyono.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan pihaknya bersama Kemdagri, KPU, Bawaslu dan DKPP, telah membentuk Tim Kerja Bersama. Hasilnya, rumusan dan desain Pemilu 2024.

“Rencananya, pada Senin 6 September 2024, Tim Kerja Bersama akan menyampaikan hasil rumusan dan desain Pemilu 2024 dalam rapat kerja Komisi II dengan pemerintah,” kata Doli.

Pihaknya mendorong agar dilakukan evaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya. Misal pada Pemilu 2019, pemilih dihadapkan pada lima kertas surat suara di bilik tempat pemungutan suara (TPS). Karena keletihan, banyak petugas penyelenggara yang meninggal dunia.

“Pemilu 2024 mendapatkan beban yang lebih berat. Berbagai masalah yang muncul di pelaksanaan pemilu atau pilkada sebelumnya, ini yang harus diantisipasi di 2024 nanti,” ujar Doli.

 Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani bertuliskan Kepak Sayap Kebhinekaan di Jalan Veteran Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8). (MP/Ismail)
Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani bertuliskan Kepak Sayap Kebhinekaan di Jalan Veteran Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8). (MP/Ismail)

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemdagri Bahtiar mengatakan pihaknya optimistis Pemilu 2024 akan berjalan lebih baik. Terkait masa pandemi COVID-19, pihaknya meyakini pemilu tetap bisa dilaksanakan. Kuncinya adalah keberhasilan program vaksinasi.

“Sebagian besar masyarakat sudah mengikuti vaksinasi dan sekarang sudah digalakkan vaksinasi di berbagai daerah,” kata Bahtiar.

Kini, pihaknya mendorong agar lembaga penyelenggara pemilu sejak awal melibatkan pemerintah daerah dan KPUD dalam persiapan pelaksanaan Pemilu 2024, termasuk melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Penting untuk memberikan pendidikan politik jelang Pemilu 2024,” kata Bahtiar. (Knu)

Baca Juga

Jika Ingin Hilangkan Polarisasi di Pilpres, Jokowi dan Prabowo Jangan Maju Lagi

#Pemilu #Karyono Wibowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Update hasil pemilu AS terbaru hari ini! Partai Demokrat diproyeksikan sukses menyapu bersih mayoritas kursi DPR dan Senat. Simak data lengkap kehancuran benteng Republik di sini.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Bagikan