Hati-Hati Crab Mentality, Rasa Iri Terhadap Kesuksesan Orang Lain

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 28 Juli 2020
Hati-Hati Crab Mentality, Rasa Iri Terhadap Kesuksesan Orang Lain

Hati-hati dengan orang yang iri dengan karier kamu. (Foto: Unsplash/Nik MacMillan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH mendengar istilah crab mentality? Ya, metafora ini seringkali digambarkan sebagai bentuk sikap seseorang yang menghalangi keberhasilan orang lain.

Sikap ini dianggap tidak sehat karena dapat merugikan orang lain yang sudah melalui begitu banyak proses. Dalam realitas kehidupan manusia, hal ini lebih dimaknai sebagai sikap egois, dengki, dan iri hati.

Baca Juga:

Perbaiki Mood Kamu Lewat 'Self-Care'

mental
Ada saja orang yang akan iri pada kesuksesan kamu. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Metafora crab mentality menggambarkan sifat kepiting yang berada dalam satu ember. Jika diperhatikan, ketika salah satu dari kepiting ingin memanjat dan keluar dari ember. Kepiting yang lain akan berusaha mencapit dan menarik agar kepiting tersebut kembali masuk ke dalam ember. Perilaku ini dianggap solidaritas karena tidak ingin temannya keluar dari ember sendirian.

Dalam kehidupan, sifat kompetitif rasanya menjadi hal yang wajar dan bahkan bisa bermanfaat. Namun, sifat kompetitif bisa menimbulkan dua makna yang berebda, yakni positif dan negatif. Sifat negatif inilah yang mampu membuat orang mengalami crab mentality karena rasa percaya diri yang rendah, iri hati, bahkan depresi.

Mereka merasa teman seperjuangan yang memulai bersamaan lebih dulu sukses dibandingkan dirinya. Alhasil, mereka pun mengajak orang lain untuk tetap berada di level yang sama.

Mengutip laman Alodokter, crab mentality disebabkan karena ketergantungan seseorang dalam hidup berkelompok atau seberapa lama waktu yang mereka habiskan. Kepergian salah satu anggota membuat kelompok tersebut sulit berkembang, terlebih jika yang pergi adalah orang yang sangat berpengaruh.

Baca Juga:

Cari Pasangan Perhatian dan Pengertian? Zodiak Ini Juaranya

mental
Ada saja yang berusaha menyuntikan energi negatif. (Foto: Pexels/mentatdgt)

Cara yang dilakukan untuk menjatuhkan bermacam-macam, seperti memberi komentar negatif tentang seseorang atau menakuti orang lain untuk tidak meneruskan usahanya. Berada di lingkungan ini berarti kamu berada di lingkungan toksik. Kamu merasa insecure, tertekan, tidak percaya diri, dan tergoda dengan sugesti yang mereka berikan.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yakni tetap gigih mencapai kesuksesan dan tutup telinga terhadap apa yang mereka katakan. Dengan begitu, kamu tidak akan memusingkan kritik atau sindiran orang lain. Ingatlah setiap kamu merasa gagal, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Jangan lupa untuk mengevaluasi diri atas kegagalan yang kamu alami.

Terakhir, berkelompoklah dengan orang yang suportif dan memberikan dampak positif bagi dirimu. Lingkungan sekitar sangat memperngaruhi perkembangan dirimu kedepannya. Jangan ragu untuk meninggalkan demi masa depan yang lebih cerah. (and)

Baca Juga:

Rasa Es Krim Pilihan Ungkap Kehidupan Cintamu

#Prakerja #Pekerjaan #Rekan Kerja #Dunia Kerja #Semangat Kerja
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Indonesia
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Jakarta Fair Kemayoran 2026 membuka lowongan kerja part time. Ada 20 posisi yang dibuka untuk event tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Indonesia
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Program MBG telah memperkuat ekonomi rakyat. Kini, MBG sudah menyerap sebanyak 1,18 juta tenaga kerja di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Indonesia
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Adapun ketentuan dalam SE WFH tersebut meliputi upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Indonesia
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Indonesia
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Menaker Yassierli pun telah menerima aspirasi dari sejumlah perwakilan pekerja platform, yang berkaitan dengan keadilan dan transparansi dalam ekosistem kerja platform.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Indonesia
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Seorang pekerja bangunan di Solo terjatuh dari ketinggian tujuh meter, setelah tersengat listrik. Kini, korban sudah mendapat penanganan medis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Indonesia
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Meskipun sektor jasa modern berkembang, pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Bagikan