Kesehatan Mental

Perbaiki Mood Kamu Lewat 'Self-Care'

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 27 Juli 2020
Perbaiki Mood Kamu Lewat 'Self-Care'

(cover) Pentingnya melakukan self care untuk diri sendiri. (Foto: Pixabay/Wokandapix)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa tak menentu ini mood dan perasaan seringkali mengalami perubahan. Suasana hati berubah-ubah tergantung kondisi dan masalah yang dialami sehari-hari. Oleh karena itu, kesehatan mental perlu dijaga. Self-care solusinya.

Healthline menuliskan self-Care sering salah dimaknai dengan self-improvement yang datang dari pola pikir perfeksionis. Namun sebenarnya, self-care ialah sesuatu yang bisa kita lakukan untuk membuat perasaan menjadi lebih baik. Perawatan untuk diri sendiri ini penting dilakukan sebelum mempedulikan orang lain.

Baca juga:

Laman Self mengajarkan cara efektif untuk melakukan Self-care di rumah ialah nostalgia. Sebuah eksperimen dilakukan oleh penulis selama beberapa bulan ia terisolasi. Salah satunya dengan mendengarkan lagu-lagu lama yang pernah berjaya di masa remajanya.

Self-care menjadi hal yang bisa dilajukan untuk membuat perasaan lebih baik. (Foto: Unsplash/Giulia Bertelli)

Ketika kita melihat lagi ke masa lalu bukan hanya hubungan secara emosional, tetapi juga harapan-harapan di kala itu. Pikiran tentang masa lalu ternyata mengingatkan kita bahwa masa-masa sulit itu telah dilewati.

Meski pun self-care tidaklah sulit banyak orang melewatkan hal ini karena waktu. Beberapa dari kamu mungkin masih sibuk bekerja dari rumah. Padahal memanjakan diri sendiri perlu dilakukan paling tidak 10 menit dalam sehari.

Baca juga:

Stres dan Cemas Berlebihan Bisa Menimbulkan Penyakit? Ini Kata Dokter

Dikutip dari Psychology Today, penting untuk memberikan kesempatan hati kita merasa senang. Memuaskan diri dengan makan-makanan yang mengandung lemak atau mungkin membiarkan diri kita bangun siang.

Pada dasarnya kita harus mengenali dan menerima ketidaksempurnaan manusia yang ada di dalam diri kita sendiri. Padahal di era ini tuntutan terbesar kita adalah mengejar hidup sukses yang tidak pernah cukup.

Mengenali dan menerima segala ketidaksempurnaan dalam diri. (Foto: Unsplash/Fuu J)

Seperti banyaknya tuntutan hidup lebih sukses, lebih pintar, lebih kaya, dan perbandingan lainnya yang membuat seseorang merasa gagal.

"Kasih sayang juga melibatkan segala perasaan, mengenali dan menerima semua hal negatif dan positif yang dirasakan," tutur Kristin Neff, Ph.D. (ren)

Baca juga:

4 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental



#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan