Hasil Survei Capres: Anies Unggul di Jawa Barat Kalahkan Ridwan Kamil

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 Februari 2022
Hasil Survei Capres: Anies Unggul di Jawa Barat Kalahkan Ridwan Kamil

Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres di wilayah Jawa Barat berada di puncak teratas berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Mayoritas responden yang merupakan warga Jawa Barat menjawab Anies Baswedan saat diberikan pertanyaan semi terbuka tentang siapa yang akan dipilih sebagai presiden jika pilpres diadakan sekarang.

Baca Juga:

Anies Jadi Capres Diunggulkan di Jakarta, Gerindra: Jadi Tantangan Buat Prabowo

Sebanyak 17,0 persen responden memilih Anies Baswedan dalam survei yang dilakukan SMRC pada periode 5-8 Februari 2022 melalui saluran telepon. Di posisi kedua, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan 16,8 persen.

Kemudian di posisi ketiga, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 16,5 persen. Lalu, di posisi keempat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 14,9 persen. Lalu, di urutan kelima, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan 3,7 persen.

Dalam format pilihan semi terbuka dengan daftar 29 nama, empat nama mendapat dukungan yang cukup seimbang: Anies 17 persen, Prabowo 16,8 persen, Ridwan 16,5 persen, Ganjar 14,9 persen.

"Calon-calon lain di bawah 5 persen, dan yang belum tahu/tidak menjawab 23,1 persen,” kata Manager Program SMRC Saidiman Ahmad dalam paparannya secara daring, Selasa (15/2).

Selain itu, Anies Baswedan juga paling banyak dipilih responden ketika diberikan pertanyaan tertutup. Adapun pertanyaannya adalah siapa yang akan Ibu atau Bapak pilih sebagai Presiden sekarang ini jika hanya sepuluh nama berikut yang maju sebagai calon presiden.

Dalam simulasi 10 nama, ada empat tokoh yang mendapat dukungan teratas dan cukup seimbang: Anies 18,4 persen, Prabowo 18,3 persen, Ridwan Kamil 17,8 persen, Ganjar 15,8 persen. Sandi mendapat dukungan 5,1 persen, dan calon lain di bawah 3 persen.

"Yang belum tahu/tidak menjawab 19 persen,” kata Saidiman.

Sementara itu , Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai politik dengan perolehan suara terbesar di Jawa Barat. PDIP berhasil meraih 16 persen suara, bersaing ketat dengan Gerindra yang mendapat 14,8 persen suara.

Urutan selanjutnya PKS 9,2 persen, Golkar 8,1 persen, Demokrat 5,9 persen dan PKB 5,1 persen. Sementara partai-partai lain ada di bawah 3 persen.

Survei ini dilakukan melalui telepon dengan total sampel 801 responden. Sampel dipilih secara acak dari populasi warga Jawa Barat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone.

Wawancara dilakukan oleh tenaga pengumpul data yang terlatih pada 5-8 Februari 2022. Pembobotan data dilakukan sehingga profil demografi sampel proporsional terhadap populasi hasil sensus.

Margin of error survei diperkirakan +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Terkait hasil ini, Sekretaris Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP, Yunandar Ek mengatakan, hasil survei ini memperlihatkan bahwa masyarakat di Jawa Barat masih fleksibel dalam menentukan pilihannya kepada parpol tertentu dalam setiap pemilihan pemilu.

"Jabar ini dinamis, mereka sudah bisa menilai parpol sehingga setiap pemilu parpol yang menang itu berubah terus," kata Yunandar dalam diskusi bersama SMRC, Selasa (15/2).

Yunandar tidak menepis jika ada kemungkinan suara PDIP turun ketika Pemilu 2024. Persiangan ketat dari parpol lain dan dinamika di lapangan bisa membuat PDIP tidak lagi duduk di urutan pertama perolehan suara terbanyak.

Hal yang harus dilakukan sekarang adalah melaksanakan program baik secara kepartaian maupun di pemerintah daerah. Saat ini ada puluhan pemimpin daerah maupun hasil koalisi yang berada di kabupaten/kota.

"Dan kami berbagaia dengan kinerja baik pemerintahan Jokowi. Kami harap bisa meneruskan ini bersama dalam pembangunan di Jabar untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pemilihan sampel dalam survei ini dilakukan metode double sampling dengan jumlah sampel sebanyak 640 dan random digit dialing (RDD) sebanyak 161. Total sampel hasil kombinasi 2 metode tersebut sebanyak 801 responden. Adapun, margin of error survei diperkirakan ± 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Target populasi survei ini adalah warga Jawa Barat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon, sekitar 76 persen dari total populasi pemilih di Provinsi Jawa Barat. (Knu)

Baca Juga:

Komunitas UMKM Sukoharjo Deklarasi Gus Muhaimin Capres 2024

#Pemilu #Capres 2024 #Anies Baswedan #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Update hasil pemilu AS terbaru hari ini! Partai Demokrat diproyeksikan sukses menyapu bersih mayoritas kursi DPR dan Senat. Simak data lengkap kehancuran benteng Republik di sini.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Bagikan