Anies Jadi Capres Diunggulkan di Jakarta, Gerindra: Jadi Tantangan Buat Prabowo

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 10 Februari 2022
Anies Jadi Capres Diunggulkan di Jakarta, Gerindra: Jadi Tantangan Buat Prabowo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung ke Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Jakarta, Selasa, 1/2). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anies Baswedan menjadi tokoh yang diunggulkan warga Jakarta dalam pencalonannya menjadi presiden ketika pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Hal tersebut diketahui dari hasil Lembaga survei Populi Center dalam melakukan jajak pendapat masyarakat DKI.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Pensihat Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik tak mempersoalkan hasil gemilang Anies dari tim lembaga survei, jika penjajak pendapatnya sesuai data di lapangan tanpa ada yang dikurangi atau pun ditambahkan.

Lebih lanjut, bila hasilnya mengunggulkan Anies di Pilpes, maka ini menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan untuk Gerindra. Karena partai berlambang kepala garuda itu akan kembali mendorong Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Baca Juga:

Taj Yasin dan Erick Thohir Dinilai Cocok Dampingi Anies di Pilpres 2024

"Ya selama datanya benar kenapa enggak apa-apa dan itu jadi challenge buat Gerindra gitu," ucap Taufik di Jakarta, Kamis (10/2).

Tapi, menurut Taufik, keberhasilan Anies di Jakarta tak lepas dari kinerja Partai Gerindra. Sebab, Gerindra merupakan partai yang mengusung Anies jadi Gubernur DKI pada Pilkada 2017 lalu.

"Kan Pak Anies yang usung Gerindra. Ada efektifnya gitu loh," ucapnya.

Sebelumnya, lembaga survei Populi Center melakukan jajak pendapat terkait Pilpres 2024 kepada warga Jakarta. Hasilnya, Gubernur Anies Baswedan menjadi calon yang paling diunggulkan.

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan mengatakan, ketika pihaknya melakukan survei dengan pertanyaan terbuka, warga Jakarta paling banyak memilih Anies jika pilpres dilaksanakan hari ini. Simulasi ini membebaskan responden memilih nama siapa pun sebagai presiden.

Hasil surveinya, Anies mendapatkan suara 29 persen. Lalu Presiden Jokowi di peringkat kedua dengan 20,3 persen, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di tempat ketiga dengan perolehan suara 11,7 persen, lalu diikuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 5,8 persen.

"Dalam pertanyaan terbuka mengenai pemilihan presiden, masyarakat DKI Jakarta paling banyak memilih Anies Baswedan apabila pemilihan presiden diadakan hari ini," ujar Rafif dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2).

Baca Juga:

Anies: Kita Pernah Alami Gelombang Kenaikan Seperti Ini

Pada simulasi selanjutnya dengan menyodorkan 10 tokoh kepada responden, Anies mendapatkan dukungan paling banyak dengan 34,8 persen suara. Selanjutnya di tempat kedua ada Prabowo yang dapat 14 persen suara.

"Sandiaga Salahuddin Uno (6,7 persen), dan Ridwan Kamil (6,2 persen). Adapun tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 5 persen," jelasnya.

Selanjutnya, Rafif menyodorkan tiga nama kepada responden, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Hasilnya, Anies kembali mendapat dukungan terbanyak dengan 45,5 persen suara.

"Disusul Ganjar Pranowo (27,5 persen), dan Prabowo Subianto (20,8 persen)," ucapnya.

Terakhir, ketika diadu dengan Ganjar, Anies kembali mendapatkan suara terbanyak.

"Anies Baswedan juga menjadi tokoh yang paling banyak dipilih sebagai presiden oleh masyarakat DKI Jakarta dengan 59,8 persen, disusul oleh Ganjar Pranowo dengan 33,3 persen," ucapnya.

Survei tersebut dilakukan mulai tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2022 di Jakarta dengan sampel responden tersebar secara proporsional di 60 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.

Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 600 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (MoE) ± 4,00 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (Asp)

Baca Juga:

Anies Punya Modal Kuat untuk Bertarung di Pilpres 2024

#Anies Baswedan #Pilpres 2024 #Pilpres #Partai Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Bagikan