Hasil Survei, 31 Persen Publik Tak Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi

Eddy FloEddy Flo - Senin, 24 Februari 2020
 Hasil Survei, 31 Persen Publik Tak Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat pemaparan hasil survei lembaganya di Jakarta, Senin (24/2) (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hasil Survei lembaga riset Median menyebut kinerja Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin selama 100 hari kerja mencapai lebih dari 50 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, ada 55,4 persen responden yang merasa puas terhadap kinerja presiden dan wakil presiden RI.

Baca Juga:

Pengamat Prediksi Banjir Jakarta Akan Tenggelamkan Elektabilitas Anies

"Yang tidak puas 31,4 persen, sangat tidak puas 3,9 persen," kata Rico saat pemaparan survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Publik yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf pada sektor ekonomi dan kesejahteraan, serta bantuan tidak tepat sasaran.

Rico Marbun dari Median
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun. (MP/Fadhli)

"Sementara kekurangan pemerintah paling besar itu ekonomi dan kesejahteraan (22,9 persen) dan bantuan tidak tepat sasaran (4,8 persen" kata Rico.

Rico memaparkan, publik menyukai kinerja Jokowi-Ma’ruf karena dianggap paling berhasil dalam membangun infrastruktur.

Publik juga mempersepsikan Presiden dan Wakil Presiden berhasil meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan dan dana desa.

"Dengan keberhasilan pemerintah dari infrastruktur 24,2 persen, kesehatan meningkat 3,2 persen dan pendidikan 2,5 persen, dana desa 2,4," ujar Rico.

Sementara, responden lalu diberi pertanyaan 'jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dari nama-nama berikut ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?'. Hasilnya, Prabowo meraih elektabilitas tertinggi.

"Kalau pemilu diadakan saat pengambilan data, maka yang menang Prabowo 18,8 persen. Ditempel Anies Baswedan 15,8 persen, tipis sekali, masih masuk dalam margin of error," kata Rico.

Sandiaga Uno (9,6 persen), AHY (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen) menyusul perolehan elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan. Rico mengatakan ada semacam pola yang terbentuk dalam hasil popularitas dan elektabilitas capres 2024 ini.

"Jadi ini semacam pertarungan antara mantan capres-cawapres melawan gubernur-wakil gubernur, melawan kepala daerah. Jadi dari 10 besar polanya seperti itu," ujarnya.

"Tapi, menurut saya, yang menarik, kalau kita total 3 elektabilitas tertinggi itu totalnya tidak lebih dari 50 persen, dan itu totalnya tidak jauh dari perolehan suara Prabowo-Sandi di 2019 lalu," lanjut Rico.

Baca Juga:

Survei Indo Barometer, Prabowo Ungguli Anies dan Sandi Jadi Capres 2024

Survei sendiri melibatkan sebanyak 1.200 responden yang tersebar dari 33 provinsi di Indonesia. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.

Survei dilakukan pada pekan pertama hingga kedua Februari. Survei memiliki margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.(Knu)

Baca Juga:

Jadi Menteri Terpopuler, Prabowo Tak Besar Kepala

#Hasil Survei #Presiden Jokowi #KH Ma'ruf Amin #Pengamat Politik
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
IPI Rilis Survei Peta Capres 2029: Prabowo-Gibran Teratas, Sjafrie Sjamsoeddin Masuk 10 Besar
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, masuk radar Capres 2029. Hal itu terungkap lewat survei Indonesian Public Institute (IPI) pada Rabu (11/2).
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
IPI Rilis Survei Peta Capres 2029: Prabowo-Gibran Teratas, Sjafrie Sjamsoeddin Masuk 10 Besar
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Bagikan