Harvard University Buat Senyawa yang Bisa Atasi Resistensi Antibiotik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 April 2024
Harvard University Buat Senyawa yang Bisa Atasi Resistensi Antibiotik

Peneliti Harvard ciptakan senyawa yang bisa atasi resistensi antibiotik. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peneliti Universitas Harvard mengumumkan penemuan antibiotik baru yang memiliki potensi untuk mengatasi infeksi yang resisten terhadap obat.

Senyawa sintetis bernama kresomisin telah terbukti efektif membunuh berbagai jenis bakteri patogen yang biasa menjadi resisten terhadap antibiotik, termasuk Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa.

Andrew Myers, seorang profesor kimia dan biologi kimia di Harvard, menjelaskan bahwa kresomisin menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap berbagai strain bakteri patogen.

Baca juga:

Peneliti AS Ingin Ciptakan Rahim Buatan

Molekul ini dirancang dengan kemampuan khusus untuk menempel pada ribosom bakteri, sebuah target yang umum digunakan oleh antibiotik.

Mode pengikatan kresomisin telah dikonfirmasi melalui serangkaian eksperimen komputasi, struktural, dan biokimia, demikian diungkapkan LabPulse, beberapa hari lalu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kresomisin efektif baik dalam uji laboratorium (in vitro) maupun pada hewan uji (in vivo) terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, termasuk strain yang resisten terhadap beberapa jenis antibiotik.

Penemuan ini terinspirasi dari struktur kimia lincosamides, sebuah kelas antibiotik yang sudah umum digunakan.

Baca juga:

Peneliti Jepang Ciptakan Koper AI untuk Wisatawan Disabilitas Netra

Tim riset Andrew G. Myers di Harvard sedang mengembangkan antibiotik sintetik lainnya yang menargetkan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan, kulit, dan jaringan lunak.

Mereka baru-baru ini menerima hibah sebesar USD 1,2 juta (Rp 19 miliar) dari CARB-X, sebuah kemitraan nirlaba global yang dipimpin oleh Boston University, untuk mendukung pengembangan senyawa ini.

Langkah ini diyakini akan memiliki dampak besar dalam memerangi bakteri resisten terhadap antibiotik dan meningkatkan kesehatan global. (waf)

Baca juga:

Peneliti University of South Wales Australia Ciptakan Tulang dari Teknologi 3D

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Bagikan