Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 15 April 2026
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS Per Barel, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Mitigasi

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/REUTERS/Nick Oxford)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi darurat guna menjamin pasokan energi nasional di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Konflik Iran-Amerika Serikat pada awal 2026 ini tercatat memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, dengan harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 40 persen hingga melampaui US$100 per barel.

Dalam diskusi publik yang digelar Fraksi PKB di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/4), Laode menjelaskan bahwa ketegangan militer di Selat Hormuz telah menghambat jalur ekspor vital ke Asia. Merespons kondisi tersebut, pemerintah kini fokus mencari sumber impor alternatif yang tidak melewati jalur konflik tersebut guna mengamankan ketersediaan BBM dan LPG domestik.

“Pemerintah melakukan penguatan kerja sama bilateral, seperti hasil kunjungan ke Jepang yang memberikan kita alokasi LPG tambahan. Kami juga melakukan pengadaan dari sumber-sumber impor selain yang melewati Selat Hormuz untuk menghindari risiko gangguan distribusi,” ujar Laode Sulaeman.

Baca juga:

Blokade Selat Hormuz Bakal Naikkan Harga Minyak ke Puncak Tertinggi

Selain Laode Sulaeman, diskusi publik Fraksi PKB DPR RI ini juga dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB Ratna Juwita, Anggota Dewan Energi Nasional M Kholid Syeirazi, Direktur Corporate Marketing PT Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso, dan Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa.

Laode mengungkapkan selain diversifikasi sumber impor, Kementerian ESDM juga menginstruksikan optimalisasi kapasitas kilang dalam negeri untuk memacu produksi BBM dan LPG secara mandiri. Langkah ini dibarengi dengan pengaturan ketat pada sisi konsumsi masyarakat agar stok yang ada tetap mencukupi hingga situasi geopolitik mereda.

“Konflik ini memicu shock terhadap pasar energi. Aktivitas militer di Selat Hormuz memaksa adanya percepatan pergeseran strategis, dari ketergantungan pada energi Timur Tengah menuju pemasok alternatif. Ini bukan lagi sekadar mitigasi jangka pendek, tapi harus menjadi strategi jangka panjang menuju kemandirian energi,” tegasnya.

Pemerintah, kata Laode memprediksi dinamika geopolitik akan terus menekan kondisi makroekonomi global. Oleh karena itu, diversifikasi sumber energi dan percepatan transisi energi menjadi agenda krusial agar ketahanan energi nasional tidak mudah goyah oleh konflik antar-negara besar di kawasan strategis dunia. (Pon)

#Kementerian ESDM #Harga Minyak Dunia #Selat Hormuz #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Dunia
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Lima rudal balistik Houthi hantam Istana Presiden Al-Maashiq di Aden, Yaman. 5 orang tewas dan PM Shaya al-Zindani selamat. Simak berita selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Dunia
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Von der Leyen memperingatkan bahwa serangkaian serangan tersebut berkontribusi pada meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Bagikan