Hanya dengan Meremas-remas dapat Tingkatkan Daya Ingat

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 19 Juli 2023
Hanya dengan Meremas-remas dapat Tingkatkan Daya Ingat

Otakmu mungkin membutuhkan bola stres lebih dari apa pun. (Unsplash/Milad Fakurian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM bidang ilmu kognitif, muncul banyak penelitian tentang bagaimana olahraga mempengaruhi aktivitas otak. Manfaat aktivitas fisik secara teratur pada kemampuan kognitif menjadi subyek dari banyak penelitian, dan penelitian terbaru di bidang ini telah menghasilkan beberapa hasil yang menarik.

Studi baru-baru ini dalam jurnal Psychology and Aging, memuat penelitian Isometric Handgrip Exercise Speeds Working Memory Responses in Younger and Older Adults, memberikan wawasan tentang bagaimana olahraga yang tidak rumit dan mudah bisa menjadi cara yang efektif untuk mengasah respons memori.

Baca Juga:

Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Olahraga

remas
Olahraga yang tidak rumit dan mudah bisa menjadi cara yang efektif untuk mengasah respons memori. (freepik/yastremskaolga)

"Orang yang lebih muda dan yang berusia lanjut sama-sama dapat memperoleh manfaat yang menarik dari koneksi memori dan olahraga yang terungkap," tulis Psikolog Romeo Vitelli, PhD. yang membuka praktek pribadi di Toronto, Canada.

Dalam studi yang dilakukan oleh Shelby Bachman, Sumedha Attanti, dan Mara Mather tersebut, 109 peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari orang yang lebih muda, berusia 18 hingga 29 tahun, dan yang lainnya terdiri dari orang lanjut usia, berusia 65 hingga 85 tahun.

Para peserta ditempatkan dalam kelompok olahraga yang menyatukan tangan mereka dalam gerakan genggaman tangan isometrik atau di kelompok kontrol yang tidak melakukan latihan ini.

Anggota kelompok latihan secara ritmis meremas bola terapi sambil mendengarkan musik melalui headphone. Mereka selanjutnya terlibat dalam tantangan memori yang melibatkan mendengarkan dan mengingat informasi tertentu setelah sesi meremas tangan ini.

Apa yang ditemukan para ilmuwan? Mereka yang telah meremas bola melakukan tugas memori lebih cepat daripada mereka yang tidak melakukannya. Terlepas dari usia peserta atau kesulitan tes memori, penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan yang dinamakan isometrik handgrip tersebut mempercepat respon memori.

Baca Juga:

Anak dengan Imunitas Rendah Tetap Disarankan Pakai Masker

remas
Studi ini sangat penting bagi warga lanjut usia yang mungkin mengalami masalah kehilangan ingatan. (Pexels/Matthias Zomer)

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa aktivitas yang melibatkan menyatukan tangan meningkatkan gairah fisiologis. Suatu keadaan perhatian di mana tubuh dipompa dan disiapkan untuk menerima informasi. Ini menunjukkan bahwa tindakan langsung yang meningkatkan kesadaran ini dapat membantu kinerja ingatan kita.

"Ini sangat penting bagi warga lanjut usia yang mungkin mengalami masalah kehilangan ingatan dan pemrosesan yang lamban seiring bertambahnya usia. Jadi, jangan khawatir jika kamu mulai melupakan sesuatu atau mengalami kantuk mental. Otakmu mungkin membutuhkan bola stres lebih dari apa pun," Vitelli menjelaskan dalam artikelnya di Psychology Today (17/7).

Hasil studi ini berkontribusi secara signifikan pada badan penelitian yang menunjukkan manfaat olahraga bagi kesehatan kognitif. "Sangat menggembirakan untuk mempertimbangkan bagaimana latihan yang mudah dan dapat didekati dapat meningkatkan kemampuan kognitif," ujarnya.

Penelitian ini juga memunculkan peluang menarik untuk taktik untuk meningkatkan kinerja dan kesehatan kognitif. Pada kenyataannya, aktivitas sederhana seperti meremas bola stres dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari sebagai pendekatan yang menyenangkan dan sederhana untuk menjaga kelenturan dan kewaspadaan mental kita. (aru)

Baca Juga:

Waktu Tepat Jalani Tummy Tuck Setelah Melahirkan

#JULI SEBANGSA OLAHGAYA #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan